Bale Bandung

Rekam Jejak Yusuf Ali Tantowi: Dari Pengelolaan ZIS hingga Penguatan Tata Kelola Organisasi

×

Rekam Jejak Yusuf Ali Tantowi: Dari Pengelolaan ZIS hingga Penguatan Tata Kelola Organisasi

Sebarkan artikel ini
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. Yusuf Ali Tantowi, M.A., sat Sidang Promosi Doktor Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana UPI, Senin (27/7/26).

BANDUNG — Nama KH. Yusuf Ali Tantowi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya dikenal dalam lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, tetapi juga melalui kiprahnya sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung.

Kedua posisi tersebut membuat pengalaman Yusuf berada pada persimpangan antara organisasi keumatan, pengelolaan lembaga, penghimpunan dana masyarakat, pemberdayaan, serta hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu indikator yang terdokumentasi adalah kinerja penghimpunan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Bandung. Sepanjang 2024, BAZNAS Kabupaten Bandung menghimpun Rp12.182.278.925, melampaui target Rp12 miliar.

Setahun kemudian, penghimpunan kembali meningkat menjadi Rp17.354.149.551 dari target Rp17 miliar. Dengan demikian, berdasarkan data yang disampaikan Yusuf, terdapat kenaikan penghimpunan sekitar Rp5,17 miliar atau lebih dari 42 persen dibandingkan realisasi 2024.

Pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Pada awal 2026, Yusuf menyampaikan laporan akhir tahun pengelolaan ZIS 2025 di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung, pimpinan OPD, camat dan pemangku kepentingan zakat. Dalam kesempatan itu ia menempatkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus bagian dari komitmen terhadap akuntabilitas, transparansi pengelolaan dana umat dan kepercayaan masyarakat.

Pengalaman tersebut menunjukkan salah satu pola kerja yang dibangun di BAZNAS, yakni menghubungkan target penghimpunan dengan tata kelola, pelaporan dan jejaring kelembagaan. Dalam forum Rapat Kerja PC Fatayat NU Kabupaten Bandung pada Mei 2026, Yusuf juga menyampaikan pentingnya manajemen organisasi melalui prinsip POAC—planning, organizing, actuating dan controlling—sebagai instrumen untuk menentukan arah dan keberhasilan organisasi.

Penguatan kelembagaan juga terlihat dari langkah BAZNAS Kabupaten Bandung melakukan studi tiru ke BAZNAS Kota Semarang pada September 2026. Rombongan yang dipimpin Yusuf membahas tata kelola zakat, penguatan kelembagaan, penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan ZIS serta inovasi pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Langkah tersebut memperlihatkan pendekatan organisasi yang tidak hanya bertumpu pada rutinitas internal, tetapi juga membuka ruang belajar dari lembaga lain.

Di sisi lain, jaringan kerja BAZNAS di bawah kepemimpinan Yusuf juga berkembang pada ranah kolaborasi sosial. Pada September 2026, BAZNAS Kabupaten Bandung membuka peluang kerja sama wakaf Al-Qur’an dengan International Networking for Humanitarian (INH) dan lembaga kemanusiaan dari Turki. Kerja sama tersebut diarahkan pada perluasan akses pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Bandung.

Kinerja kelembagaan itu juga diikuti dengan upaya membangun ekosistem penghimpunan ZIS. Pada Desember 2025, BAZNAS Kabupaten Bandung untuk pertama kalinya menyelenggarakan BAZNAS Awards sebagai bentuk penghargaan kepada penggerak dan pembayar ZIS, termasuk lembaga, pemerintah, dunia usaha dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dalam kegiatan tersebut, Balebandung.com termasuk penerima penghargaan sebagai media massa pendukung gerakan ZIS.

Selain pengalaman kelembagaan, Yusuf memiliki latar akademik yang turut melengkapi rekam jejaknya. Pada Juli 2026, ia menyelesaikan pendidikan doktoral Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan IPK 3,75 dan predikat cumlaude. Disertasinya membahas ayat-ayat kinayah yang memiliki implikasi hukum melalui pendekatan linguistik kognitif.

Di lingkungan NU Kabupaten Bandung, Yusuf juga tercatat sebagai Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung. Dalam kapasitas tersebut, ia beberapa kali menyampaikan gagasan mengenai kaderisasi dan penguatan peran kader. Saat menghadiri Latihan Kader Dasar PC Fatayat NU Kabupaten Bandung pada September 2026, misalnya, Yusuf menekankan bahwa kaderisasi harus berujung pada lahirnya kader yang mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Rekam jejak tersebut menarik dilihat dalam konteks dinamika organisasi NU Kabupaten Bandung. BAZNAS dan PCNU tentu memiliki mandat, struktur dan karakter kelembagaan yang berbeda. Karena itu, keberhasilan pengelolaan BAZNAS tidak otomatis dapat disamakan dengan keberhasilan memimpin PCNU. Namun, pengalaman tersebut menyediakan sejumlah praktik yang relevan untuk dibicarakan dalam konteks tata kelola organisasi: bagaimana menetapkan target, membangun sistem kerja, menjaga akuntabilitas, memperluas jejaring, melakukan evaluasi dan mengembangkan kolaborasi.

Bila pengalaman itu dibawa ke ruang organisasi NU, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang memiliki rekam jejak paling panjang, melainkan bagaimana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan ke dalam kebutuhan PCNU Kabupaten Bandung: penguatan kaderisasi, konsolidasi struktur, pengembangan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi warga, penguatan hubungan antar-lembaga, serta peningkatan manfaat organisasi bagi masyarakat.

Dalam konteks itulah pengalaman Yusuf Ali Tantowi di BAZNAS menjadi salah satu bagian dari rekam jejak yang dapat diperbincangkan menjelang dinamika Konfercab PCNU Kabupaten Bandung. Data penghimpunan ZIS, laporan pertanggungjawaban, pengembangan jejaring, studi kelembagaan dan aktivitas sosial memberikan gambaran mengenai pengalaman yang telah dijalaninya. Adapun apakah pengalaman tersebut relevan dan dapat diterapkan dalam kepemimpinan PCNU merupakan bagian dari proses organisasi dan penilaian para pemangku kepentingan NU sesuai mekanisme yang berlaku.

Yang jelas, perjalanan Yusuf dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan satu pola yang konsisten: mengelola lembaga, membangun jejaring dan menghubungkan kerja organisasi dengan kebutuhan masyarakat. Rekam jejak itulah yang kini menjadi bagian penting untuk melihat gagasan dan kapasitasnya dalam dinamika NU Kabupaten Bandung ke depan.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com — Kondisi Jembatan Cisangkuy yang menjadi akses menuju kawasan Dodik Secata Rindam III/Siliwangi, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian setelah bagian pondasi atau abutment dilaporkan bergeser lebih dari satu meter dan tanah di sekitar struktur mengalami penurunan. Kondisi tersebut mencuat pada 23 September 2026 setelah video kondisi pondasi jembatan beredar di media sosial. […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Nonton bareng film Ibadah dan Cinta menjadi momen emosional bagi kader Fatayat NU Bandung Raya. Bukan hanya karena pesan keluarga, cinta dan keikhlasan yang dibawa film tersebut, tetapi juga karena kehadiran sosok almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah yang ikut bermain dalam film itu. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Susanti mengatakan, keterlibatan Margaret dalam […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung menggelar nonton bareng (nobar) film Ibadah dan Cinta bersama sekitar 40 kader Fatayat NU se-Bandung Raya, termasuk dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Susanti mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi kader untuk menikmati […]

Bale Bandung

CILEUNYI, balebandung.com — Pengurus MWC NU Cileunyi Masa Khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Pondok Pesantren Ar-Rahmat Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026). Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan khidmah NU agar semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran PCNU Kabupaten Bandung, di antaranya Sekretaris dan Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung serta […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik 4.565 pelaku usaha ayam petelur di Jawa Barat untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dengan produksi, pendampingan dan pasar. Potensi pembiayaan yang disiapkan melalui Program EGG (Endog Jabar Go Global) mencapai sekitar Rp456,5 miliar. Program tersebut dikembangkan OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Pengembangan […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Universitas Bandung memasuki babak baru setelah dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 oleh Yayasan Habibi Bina Cendikia di Kampung Babakan Mundel RT 02/03, Desa/Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung. Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya rangkaian PKKMB bagi mahasiswa baru, […]