CILEUNYI, balebandung.com — Pengurus MWC NU Cileunyi Masa Khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Pondok Pesantren Ar-Rahmat Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026). Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan khidmah NU agar semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran PCNU Kabupaten Bandung, di antaranya Sekretaris dan Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung serta Ketua RMI Kabupaten Bandung. Turut hadir Forkopimcam Cileunyi, termasuk Camat, Kepala KUA dan Kapolsek Cileunyi.
Dalam sambutannya, Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., , menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah dan pengabdian.
“Pelantikan bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari pengabdian. Ini bukan sekadar menerima jabatan, tetapi menerima amanah untuk berkhidmah kepada jam’iyah, umat, dan masyarakat,” tegasnya.
Yusuf mengajak pengurus MWC NU Cileunyi menghidupkan kembali semangat yang menjadi bagian dari embrio perjuangan NU, yakni Taswirul Afkar, Nahdlatul Wathan, dan Nahdlatut Tujjar.
Menurutnya, Taswirul Afkar mengajarkan NU untuk terus berpikir dan membaca perubahan zaman. Nahdlatul Wathan meneguhkan semangat kebangsaan, sementara Nahdlatut Tujjar mengingatkan pentingnya kemandirian dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Taswirul Afkar mengajarkan kita berpikir. Nahdlatul Wathan mengajarkan kita berbangsa. Nahdlatut Tujjar mengajarkan kita berdaya. Maka NU hari ini harus mampu: berpikir, berbangsa, dan berdaya,” ujarnya.
Ia berharap MWC NU Cileunyi tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga nyata dalam pelayanan. Program kerja yang disusun melalui musyawarah kerja harus menjawab persoalan masyarakat dan menghasilkan manfaat yang terukur.
“Jangan sampai NU besar dalam struktur, tetapi kecil dalam manfaat. Masyarakat harus merasakan kehadiran NU dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Yusuf juga mendorong penguatan sinergi antara Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom, pesantren dan ranting NU. MWC NU Cileunyi diharapkan mampu membangun gerakan yang cerdas dalam pemikiran, berdaya dalam ekonomi, dan guyub dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Menutup sambutannya, Yusuf berpesan kepada pengurus yang baru dilantik: “Jangan hanya meneruskan nama besar NU, tetapi teruskan semangat yang melahirkan NU. Jangan hanya meneruskan struktur, tetapi teruskan gerakannya. Jangan hanya mengadakan kegiatan, tetapi hadirkan kemanfaatan.”
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi titik tolak lahirnya gerakan MWC NU Cileunyi yang semakin kuat dalam khidmah, solid dalam organisasi, dan nyata manfaatnya bagi umat dan masyarakat.***







