BANDUNG, balebandung.com – Telkom University (Tel-U) membekali 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner binaan Yayasan Al Mu’min Griya Bandung Indah dengan strategi pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) serta teknik produksi makanan yang efisien dan higienis. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat daya saing produk sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital.
Kegiatan yang digelar tim dosen Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Tel-U melalui Center of Excellence Smart MSMEs & Halal Ecosystem (CoE SHE) berlangsung di Gedung Telkom University Landmark Tower (TULT), Sabtu (24/10/2026).
Ketua tim pengabdian masyarakat, Sinta Aryani, menjelaskan pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memasarkan produk serta menjaga kualitas produksi. Materi disampaikan melalui empat sesi, meliputi pemetaan pasar dan target konsumen, pemasaran kuliner digital, produksi yang efisien dan konsisten, serta pengolahan makanan yang higienis, aman, dan layak jual.
Materi diberikan oleh dosen FRI Tel-U, yakni Christanto Triwibisono, Budi Sulistyo, Lukman Abdurrahman, dan Budhi Yogaswara. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar materi dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Ketua Yayasan Al Mu’min Griya Bandung Indah, Gunawan Jayadirharja, menilai pelatihan dan pendampingan dari para pakar perguruan tinggi dibutuhkan untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas usaha, terutama dalam penerapan proses produksi yang efisien dan higienis serta pemasaran melalui kanal digital.
Ketua CoE SHE, Endang Chumaidiyah, menekankan bahwa pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik agar peserta memahami penerapan pemasaran digital dan standar kebersihan dalam proses produksi kuliner.
Untuk mengukur hasil kegiatan, peserta mengikuti pre-test dan post-test. Anggota tim pelaksana, Budi Sulistyo, menyampaikan bahwa penggunaan AI dalam pemasaran digital membantu peserta memahami cara memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
“Hasil evaluasi menunjukkan program pelatihan berjalan efektif dan mampu meningkatkan kompetensi pelaku usaha kuliner,” ujarnya.
Melalui program ini, Tel-U mendorong pelaku UMKM kuliner agar semakin siap memanfaatkan teknologi digital secara sederhana dan tepat guna, sekaligus menjaga keamanan serta kebersihan produk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FRI Tel-U melalui CoE SHE untuk mendukung pengembangan UMKM yang berkelanjutan.***







