Bale Bandung

2017 Pemkab Targetkan Akreditasi 20 Puskesmas

×

2017 Pemkab Targetkan Akreditasi 20 Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Kadinkes Kab Bandung dr. Achmad Kustijadi.,M.Epid saat Lokakarya Persiapan Akreditasi Puskesmas di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (14/6/17). by Vita Kominfo Kab Bdg
Kadinkes Kab Bandung dr. Achmad Kustijadi.,M.Epid saat Lokakarya Persiapan Akreditasi Puskesmas di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (14/6/17). by Vita Kominfo Kab Bdg

SOREANG – Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menargetkan akreditasi untuk 20 Puskesmas tahun 2017. Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. H. Sofian Nataprawira, MP menegaskan, penilaian akreditasi puskesmas harus berindikasi pada peningkatan layanan sesuai dengan standarnya, yakni tertibnya manajemen puskesmas, penilaian untuk Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat perlu ditingkatkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Bandung. Sehingga kita akan lakukan akreditasi, dengan target 20 puskesmas,” ungkap Sekda usai membuka Lokakarya Persiapan Akreditasi Puskesmas yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (14/6/17).

Sekda mendorong kepada Dinkes, dalam peningkatan pelayanan kesehatan tersebut, dari segi administrasi dan sarana prasarana juga segi layanan medis, agar dibangun layanan prima puskesmas yang bermutu, aman dan terjangkau masyarakat.

“Ke-20 puskesmas terakreditas tahun ini, harus melakukan peningkatan layanan prima yang bermutu, aman, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Kabupaten Bandung, setelah tahun lalu 8 puskesmas mendahului,” imbuhnya.

Dengan kehadiran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di puskesmas, imbuh Sofian, performa pelayanan publik makin tinggi, adminstrasi keuangan tertib, meningkatkan kinerja dan disiplin pegawai, juga mengusahakan sarana prasarana yang memadai.

Sekda menyebut kedelapan puskesmas yang sudah lebih dulu terakreditasi yakni Puskesmas Soreang, Banjaran kota, Cikancung, Cilengkrang, Ciparay Dengan Tempat Perawatan (DTP), Baleendah, Dayeuhkolot dan Cicalengka DTP.

“Sedangkan target 20 puskesmas terakrteditasi kali ini yaitu Puskesmas Rancabali, Pasirjambu, Cikalong, Warnasari, Pacet, Paseh, Nagreg, Cikaro, Solokanjeruk, Pakutandang, Banjaran Nambo, Nagrak, Pameumpeuk, Katapang, Kutawaringin, Margaasih, Margahayu, Bojongsoang dan Puskesmas Cileunyi, yang juga sudah memiliki BLUD,” urainya.

Kepada Dinkes Kab Bandung dr. Achmad Kustijadi.,M.Epid mengatakan akreditasi puskesmas bertujuan memicu dan membangun sistem tata kelola yang lebih baik secara bertahap dan berkesinambungan. Menurutnya dalam perbaikan tersebut harus mengacu pada tata kelola manajemen institusi, program, resiko dan mutu layanan.

“Akreditasi ini adalah tindakan untuk memperbaiki tata kelola, sehingga terjadi perbaikan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Ini sangat dibutuhkan untuk memicu performa kita, khususnya dalam meningkatkan standar layanan,” terang dr Dedi.

Menurutnya, Dinkes memiliki strategi sendiri dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, misalnya dengan membangun penggalangan komitmen antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai pengelola manajemen, pelaksana pelayanan publik oleh puskesmas, camat, kepala desa, sehingga akreditasi bukan hanya pelayanan puskesmas saja, tapi sebagai leader untuk meningkatkan mutu layanan publik bagi kesehatan masyarakat.

“Akan dilakukan penggalangan komitmen dalam mendukung terakreditasinya puskesmas tadi, karena sasaranya bukan hanya pada layanan puskesmas saja, tapi lebih jauh untuk peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, seperti adanya fasilitas yang memadai untuk lansia, disabilitas, SDM yang baik, tepat, aman dan profesional,” tandasnya.

Dedi berharap dengan pencapaian akreditasi, puskesmas harus lebih jeli merumuskan kebutuhannya sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mengacu pada kepuasan publik pada layanan kesehatan. Selain itu puskesmas juga harus sanggup melakukan inovasi, seperti yang dilakukan Puskesmas Ciparay dengan kehadiran Puskesmas Ramah Anak._Vita

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]