Bale Bandung

Bansos Harus Memutus Matarantai Kemiskinan

×

Bansos Harus Memutus Matarantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Kadinsos Kab Bandung Dra.Hj. Nina Setiana.,M.Si saat Sosialisasi dan Launching Bantuan Sosial di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (21/3/19). by Humas Pemkab
Kadinsos Kab Bandung Dra.Hj. Nina Setiana.,M.Si saat Sosialisasi dan Launching Bantuan Sosial di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (21/3/19). by Humas Pemkab

SOREANG – Dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial masyarakat , pemerintah terus menggulirkan program hingga ke seluruh wilayah nusantara, tak terkecuali Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra.Hj. Nina Setiana.,M.Si mengungkapkan, pada tahun 2019, sebanyak 166.946 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

BPNT tersebut merupakan bantuan sosial yang digulirkan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Penyaluran BPNT sendiri akan menggunakan indeks keuangan inklusif, di mana penyaluran bantuan keuangan formal kepada masyarakat tidak diberikan secara tunai, tetapi dalam bentuk non tunai.

“Dengan penerapan keuangan inklusif pada penyaluran bantuan sosial kepada KPM, mereka akan diberikan ATM yang kemudian digunakan untuk ditukarkan menjadi bahan pangan, seperti beras, minyak, telur, gula dan kebutuhan pangan lainnya,” ungkap Nina, usai acara Sosialisasi dan Launching Bantuan Sosial di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (21/3/19).

Nina menjelaskan, dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang lebih dari 3,7 juta jiwa, angka kemiskinan terus menerus mengalami penurunan. Dari 7,61% pada tahun 2016, turun menjadi 7,36 pada tahun 2017, kemudian pada tahun 2018, mengalami penurunan kembali melebihi target RPJMD sebesar 6,9% yaitu di angka 6,65%.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Bandung terus menurun dari tahun ke tahun. Berdasarkan evaluasi kami, tahun 2018 penyerapan PKH (Program Keluarga Harapan) sebesar 99,98% sedangkan penyerapan untuk BPNT sebesar 96,60%,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan pendistribusian PKH, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) Dinas Sosial Kabupaten Bandung, tercatat 32.704 KPM yang tersebar di 31 kecamatan masuk dalam kategori miskin.

“Melalui program- program yang digulirkan, seperti PKH, BPNT, PIP (Program Indonesia Pintar), PIS (Program Indonesia Sehat), bukan saja soal kesenjangan ekonomi yang terselesaikan, tetapi masalah kesehatan dan pendidikan masyarakat kategori miskin juga bisa ditanggulangi,” ucap Nina.

Sementara itu, Bupati Bandung H. Dadang M.Naser,SH,S.Ip.,M.Ip menanggapi, kesenjangan masyarakat tentu saja akan mempengaruhi capaian indeks pembangunan manusia (IPM), sebagai frame keberhasilan pembangunan. Dia menjelaskan pelaksanaan berbagai program tadi harus benar-benar tepat sasaran dan efektif untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bandung.

“Ada BPNT, PKH, PIP dalam bentuk pelayanan kesehatan untuk warga miskin, juga PIS sebagai solusi peningkatan pendidikan bagi yang kurang mampu. Seluruh program ini harus tepat sasaran, data keluarga yang layak dapat bantuan harus valid agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari bantuan pemerintah tersebut. Jadi, bansos ini bisa memutus matarantai kemiskinan,” papar Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati berharap, agar adanya dukungan semua pihak mulai dari RT, RW, desa, kelurahan, kecamatan dan seluruh elemen masyarakat. Sehingga lanjutunya, program bantuan pangan non tunai ini, bisa membawa dampak positif dalam meningkatkan potensi lokal khususnya penyediaan komoditas beras dan telor.

“Selain itu, saya mengharapkan kepada BNI, agar e-War0ng (elektronik warung gotong royong) dapat bersinergis dengan bumdes-bumdes yang sudah dianggap baik untuk di berdayakan. Dalam pendistribusiannya, semua harus transparan, jangan ada main-main, apalagi ini hak untuk rakyat kurang mampu, mari kita kawal bersama,” pungkas Bupati.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]