Bale Bandung

Transformasi Guru di Hari Guru Nasional

×

Transformasi Guru di Hari Guru Nasional

Sebarkan artikel ini

Balebandung.com – Guru telah mengalami banyak transformasi hingga saat ini. Dari seorang pertapa yang mengajarkan masalah kerohanian. Dia bisa saja seorang raja yang meninggalkan takhta kerajaan karena sudah tua. Murid muridnya turut mengerjakan sawah ladang untuk keperluan sehari hari.

Pada masa Budha, guru adalah seorang biksu yang mengajarkan agama, membaca dan menulis huruf sanskerta di biara. Para murid ikut membantu mengerjakan ladang atau meminta sedekah dari masyarakat.

Setelah agama Islam masuk, orang belajar ke pesantren supaya dapat membaca Al-Quran dan melakukan shalat dengan benar. Gurunya adalah ulama yang biasa dipanggil Kiai atau Tuan Guru. Para siswa yang disebut santri tinggal di pondok dan membantu guru bercocoktanam.

Para pedagang Portugis dan Belanda mendirikan sekolah tempat anak-anak mempelajari agama Kristen dan membaca huruf Latin. Gurunya adalah para pedagang dan penyebar agama.

Belakangan Belanda memerlukan pegawai yang pandai menulis dan membaca untuk keperluan jajahannya. Dimulailah sekolah yang mengarkan ilmu pengetahuan yang tidak berkaitan dengan agama. Inilah awal mula sistem pendidikan modern di Indonesia.

Kini para guru memasuki era Revolusi Industri 4.0. Jepang bahkan sudah memasuki Revolusi Industri 5.0 sejak awal tahun ini. Banyak yang mengatakan bahwa peran institusi pendidikan dan para guru akan berakhir. Justru sebaliknya.

Pada era digital seperti ini sentuhan pribadi para guru yang bersifat human touch sangat diperlukan.
Suasana yang dinamakan academic athmosphere tidak bisa digantikan dengan teknologi. Yang terpenting guru harus menciptakan hubungan saling percaya dan membangkitkan rasa senang.

Guru harus mampu membantu membukakan mata para siswa terhadap pengalaman berharga masa silam, mampu membebaskan keterikatan siswa pada masa kini dan mampu memandang jauh ke masa depan.

Baca Juga  Orbituari ; 27 Tahun Silam Bersama Itoch Tochija

Guru harus mampu penjadi panutan dan mampu mengembangkan murid-muridnya sesuai dengan kepribadian masing-masing. Di masa kini guru bukan yang paling tahu segalanya, ia harus berhubungan seperti teman sejawatnya.

Guru perlu menghargai apa yang dikemukakan murid-muridnya, mendorong mereka berkreasi dan memberi rasa aman. Guru mengembangkan potensi siswa, menilai mereka tapi tidak mengadilinya.

Dalam paradigma Pancasila, guru harus menumbuhkan budaya gotong royong dalam hidup sosial dalam lingkup lokal nasional maupun global dalam hal berketuhanan, berperikemanusiaan, berkebangsaan, bermusyawarah dan mewujudkan keadilan sosial. Selamat Hari Guru Nasional ! ***
by Harjoko Sangganagara, Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Rapat Paripurna ini dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait usulan pembahasan serta penandatanganan keputusan DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut kedatangan delegasi Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) P4N Angkatan 69 dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum strategis bagi para peserta pendidikan calon pemimpin nasional untuk menggali secara langsung dinamika pembangunan daerah serta kondisi ketahanan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menyelenggarakan Safari Ramadhan 1447 H dengan memberikan bantuan sembako sebanyak 10.115 paket di Dieng dan Patuha. Selain bantuan paket sembako tesebut, GeoDipa juga turut memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan kurang mampu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Paket sembako tersebut diberikan untuk 16 Desa, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026. Pemkab Bandung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membayar THR bagi 7.550 P3K PW. Mereka terdiri P3K PW Guru dan Tenaga Kependidikan yang berjumlah 4.320 orang, […]

Bale Bandung

PANGALENGAN, balebandung.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, penyaluran dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin 9 Maret 2026. Penyaluran paket tersebut dilakukan langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 2026 yang digelar PT Geo Dipa Energi (Persero) di Grand Sunshine Soreang, Kamis 5 Maret 2026. Mengusung tema “Terus Berbenah, Memperbaiki Diri, dan Menjalankan Amanah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai individu maupun sebagai bagian […]