Bale Bandung

Damas Gelar Bubuka Mimitran ke-59

×

Damas Gelar Bubuka Mimitran ke-59

Sebarkan artikel ini
Ceu Popong sedang memberi sambutan di Bubuka Mimitran 2019. by Mayang
Ceu Popong sedang memberi sambutan di Bubuka Mimitran 2019. by Mayang

BALEKOTA, Balebandung.com – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Cabang Kota Bandung menggelar Bubuka Mimitran Damas Cabang Kota Bandung ke-59, di Aula Serbaguna Bale Kota Bandung. Bubuka Mimitran yang mengangkat tema “Binékas” ini diikuti oleh 21 orang peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung dan sekitarnya.

Pupuhu Panitia Mimitran ke-59 Nanang Solehudin mengatakan jumlah pendaftar cukup banyak, namun ada banyak peserta yang berhalangan hadir pada pelaksanaan kegiatan ini.

“Ada 72 orang yang mendaftar di form online, 50 orang yang mengkonfirmasi (keikutsertaannya) Mimitran, namun untuk jumlah peserta yang hadir (pada hari ini) adalah 21 orang,” kata Nanang, Sabtu (22/12/19).

Bubuka Mimitran turut diramaikan dengan kehadiran anggota dan alumni Damas (Kadamas) seperti Ceu Popong Otje Djundjunan, Ceu Molly Mulyahati dan Kang Ganjar Kurnia. Tiga orang tokoh sunda sekaligus anggota Kadamas ini sudah berkontribusi besar di bidang politik dan budaya Sunda. Selain itu, ada juga beberapa tamu undangan yang turut hadir alam kegiatan ini mulai dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari berbagai kampus di Bandung, OKP dan aparatur pemerintah.

Kegiatan Bubuka Mimitran ini merupakan gerbang awal bagi pelaksanaan Mimitran Damas Cabang Kota Bandung tahun 2019 yang akan digelar pada 20-24 Desember 2019, dengan lokasi pelaksanaan yang berbeda di setiap harinya. Secara keseluruhan, kegiatan ini mengangkat materi mengenai kasundaan, kadamasan, kaorganisasian dan kamasyarakatan yang dikemas dengan gaya yang diterima, disukai dan relevan untuk para kaum milenial, tanpa menghilangkan esensi Mimitran itu sendiri.

Sesepuh Damas Cabang Kota Bandung Ecef Insyan menjelaskan Mimitran merupakan jembatan untuk pelaksanaan program kerja Damas di tahun 2020 nanti. Kaderisasi bukan hanya sebatas regenerasi untuk menambah kuantitas, namun juga untuk meningkatkan kualitas dan mensinergikan sumber daya manusia dalam pelaksanaan program kerja di tahun 2020.

“Dengan harapan Damas bisa lebih berkembang di tahun depan dengan hadirnya anggota baru sehingga Damas bisa nanjeur deui,” ucap Ecef. *** by Mayang A. Nurzaini

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]