Bale Bandung

SLRT Sabilulungan Turunkan Angka Kemiskinan

×

SLRT Sabilulungan Turunkan Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Kadinsos Kab Bandung Nina Setiana
Kadinsos Kab Bandung Nina Setiana

SOREANG, Balebandung.com – Pada akhir tahun 2016, lahir Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Penanganan Kemiskinan (PK) Sabilulungan di Kabupaten Bandung. SLRT hadir untuk memastikan apakah seorang warga termasuk fakir miskin atau tidak mampu, sudah mendapatkan akses program perlindungan dan pelayanan sosial, dan apakah program tersebut telah terintegrasi.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bandung Nina Setiana mengatakan SLRT secara efektif menjadi salah satu upaya penanggulangan masalah sosial, yang berujung pada penurunan angka kemiskinan.

“Awal tahun 2010, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) angka kemiskinan di Kabupaten Bandung berada di angka 12%. Pada tahun 2019, angka kemiskinan menurun secara signifikan menjadi 5,9%, atau berada di bawah rata-rata nasional (9,22%) dan Jawa Barat (6,91%),” ungkap Kadinsos saat berdialog dengan anggota Komisi VIII di Rumah Jabatan Bupati Bandung akhir pekan lalu.

Nina melanjutkan, SLRT memiliki fungsi utama integrasi informasi data dan layanan, identifikasi keluhan dan rujukan, mencatat kepesertaan dan kebutuhan program serta pemuktahiran daftar penerima manfaat secara dinamis.

Di tengah pendemi Covid-19, SLRT hadir sebagai salah satu garda terdepan dalam pendataan kemiskinan. SLRT, Tim Data Dinas Sosial, bersama sama dengan pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) yang tersebar di 270 desa dan 10 kelurahan, berupaya maksimal menyiapkan kebutuhan data kemiskinan.

Hampir 52% penduduk Kabupaten Bandung menerima bansos (bantuan sosial) terdampak Covid-19. Penyalurannya dilaksanakan oleh para penyelenggara Puskesos secara berjenjang mulai tingkat RT, RW dan Desa

“Selain pendataan, kami juga menerima pengaduan melalui hotline service. Adanya puskesos yang merupakan miniatur SLRT di desa dan kelurahan, kami sangat terbantu sekali. Dengan jiwa militan dan korsa mereka, puskesos bekerja maksimal membantu dalam mempersiapkan data, terutama DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” ungkap Nina.

Dengan tugas dan fungsi utama verifikasi dan validasi (verivali) data miskin, puskesos pun menerima keluhan dan pengaduan. Masing-masing puskesos telah memiliki kendali KTP dan Kartu Keluarga.

Saat ada warga yang menyampaikan permasalahan, baik itu masalah ekonomi, pendidikan maupun kesehatan, maka puskesos akan mengidentifikasi terlebih dahulu dan membantu penanganannya harus seperti apa.

Bila permasalahan tidak selesai di tingkat desa atau kecamatan, maka puskesos akan menyampaikan ke SLRT. Setelah itu, SLRT akan melakukan assesment sesuai keluhan yang disampaikan.

“Selanjutnya kami akan rujuk ke dinas-dinas yang memiliki program penanganannya. Sementara data yang kita temui ekluasion error akan kami sampaikan ke Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian Sosial. Sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan selanjutnya akan diturunkan dalam program-program pusat,” jelasnya.

Lebih jauh ia menerangkan, DTKS terbagi ke dalam 4 desil. Desil termiskin disentuh dengan Program Keluarga Harapan (PKH) reguler sebanyak 113.784 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan desil kedua disentuh dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) reguler sebanyak 167.293 KPM. Ditambah dengan program perluasan sembako.

Keseluruhan basis data terpadu Kabupaten Bandung berdasarkan SK Menteri Sosial yang digunakan pada Januari 2020 yaitu sebanyak 355.027 KPM. Namun di masa pandemi Covid-19, yang didalamnya ada perluasan penerima bantuan pada desil 3 dan 4 desil sebanyak 71.730 KPM BST pada perluasan sembako

Kemudian untuk melaksanakan pengawasan agar tidak terjadi duplikasi, pihaknya berinisiasi memasang stiker di seluruh rumah penerima bantuan yang terdiri dari dua jenis. Yaitu stiker untuk penerima bantuan reguler, dan stiker untuk penerima bantuan temporer saat pandemi.

“Harusnya kami hanya menangani masalah-masalah kesejahteraan sosial di basis data terpadu. Tapi karena pandemi, ada kelompok misbar yang harus ditangani. Jadi stiker ini sangat berguna dalam proses verivali, untuk merapikan data yang akan kita masukkan di bulan Agustus. Ini menjadi kendali kita, kontrol untuk menghindarkan warga menerima bantuan ganda,” papar Nina.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]