Bale Bandung

Pengamat: Usulan Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD Kab Bandung Tidak Pada Tempatnya

×

Pengamat: Usulan Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD Kab Bandung Tidak Pada Tempatnya

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Salah satu hak dasar warga negara adalah hak memperoleh informasi. Karenanya pemangku kepentingan memiliki kewajiban bagaimana saluran komunikasi berjalan semestinya, sehingga informasi sampai kepada masyaraat dengan baik dan benar.

Dalam konteks Otonomi Daerah, bahwa Kepala Daerah dan DPRD merupakan pemegang mandat dari masyarakat, untuk menjalankan pemerintahan daerah. Oleh karenanya, sudah barang tentu didalamnya terdapat hak, kewajiban dan tanggung jawab yang melekat di dua lembaga ini.

Baru-baru ini muncul berita di media yang menggelitik publik. Konon dalam pembahasan RAPBD Perubahan Kab Bandung muncul wacana usulan kenaikan tunjangan anggota DPRD, khususnya tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi.

Memang kedua jenis tunjangan ini merupakan hak anggota Dewan. Secara normatif, sepanjang pembahasan kenaikan tunjangananggota Dewan ini berbanding lurus dengan kenaikan kemampuan keuangan daerah (fiscal capacity), hal ini dapat dipertimbangkan.

Namun komentar publik melalui netizen demikian heboh, dan berkonotasi negatif. Akhirnya Ketua DPRD Kab. Bandung angkat bicara melalui media yang memberikan sanggahan terhadap pemberitaan tersebut. Bahkan beliau menyatakan bahwa dalam pembahasan RAPBD Perubahan tidak ada pembahasan tentang hal itu.

Kalau boleh berpendapat tentang substansi pemberitaan ini, bahwa memang tidak pada tempatnya pembahasan peningkatan penghasilan anggota dewan, termasuk pejabat pemda melalui mekanisme pembahasan RAPBD Perubahan.

Mengingat adanya mekanisme RAPBD Perubahan ini disebabkan karena estimasi dan asumsi-asumsi yang ditetapkan berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran dan PPA sebagai pedoman penetapan APBD sebelumnya, ternyata tidak sesuai dengan realisasi tahun anggaran berjalan.

Sehingga diperlukan revisi KUA dan PPA. Dampaknya terdapat rasionalisasi pos dan jenis alokasi anggaran yang tertuang dalam APBD Perubahan. Di sini jelas perlu dihindari program baru.

Dengan kata lain bahwa mekanisme APBD Perubahan tidak harus ada setiap tahun. Wallohu A’lam. Wassalam. *** by Djamu Kertabudi, Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Nurtanio Bandung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]