Bale Bandung

Ada yang Kehilangan Anak?

×

Ada yang Kehilangan Anak?

Sebarkan artikel ini
Lukman si anak hilang ditemukan di Stasion KA Nagreg, Minggu (3/7).ist
Lukman si anak hilang ditemukan di Stasion KA Nagreg, Minggu (3/7).ist

NAGREG – Seorang anak laki-laki bernama Lukman, berumur 5 tahun, ditemukan petugas jaga Stasiun Kereta Api Nagreg, Minggu (3/7/16). Petugas Stasiun Resort 2.7 Nagreg bernama Andi Ganda Wijaya itu kemudian membawa anak tersebut ke Mapolsek Nagreg Polres Bandung.

Kepada petugas Polsek Nagreg Andi mengatakan saat dirinya bertugas jaga sekitar pukul 22.00 WIB, menemukan anak itu sedang menangis di pangkalan ojeg Stasiun KA Nagreg tepatnya di Kp. Cigorowong RT 03/RW 09 Desa Nagreg.

“Saat saya tanya, jawaban anak itu kurang jelas. Dia tidak bisa berbahasa Sunda, hanya bicara bahasa Indonesia. Akhirnya saya bawa saja anak itu ke Mapolsek Nagreg,” kata Andi.

Bocah itu mengaku punya ayah bernama Rian serta ibunya Lina. Ia pun mengaku pergi sendiri naik kereta dan berhenti di Stasiun Cicalengka, kemudian naik angkot jurusan Nagreg.

Adapun ciri-ciri anak tersebut antara lain; menggunakan baju kaos oblong berwarna biru bergambar tengkorak ikan di bawah sebelah kanan. Memakai celana panjang warna hitam dan menggunakan sendal jepit warna kuning. Berkulit sawo matang dengan rambut ikal tipis dan gigi ompong di bagian depan.

Bagi yang mengenal bocah hilang ini bisa menghubungi Mapolsek Nagreg di nomor (022) 7951110 atau datang langsung ke mapolsek.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]