Bale Bandung

Deding Ishak Kembali dengan Persiapan Lebih Matang

×

Deding Ishak Kembali dengan Persiapan Lebih Matang

Sebarkan artikel ini
Balonbup Bandung Deding Ishak saat perayaan milad ke-7 Ponpes Addzimat, di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/12) malam. by iwa/bbcom
Balonbup Bandung Deding Ishak saat perayaan milad ke-7 Ponpes Addzimat, di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/12) malam. by iwa/bbcom

RANCAEKEK, Balebandung.com – Kang Deding Ishak (KDI) menanggapi santai saat disebut-sebut sebagai bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar yang berpeluang besar mendapat rekomendasi DPP Golkar. Sebab menurut Deding, semua kader Golkar yang mendaftar sebagai balonbup ke Partai Golkar memiliki hak dan peluang yang sama.

“Ah, siapa bilang yang akan dapat rekom? Hehe..Kita semua sekarang ihtiar saja, kita bekerja, melakukan sosialisi, dan hasilnya nati kita serahkan ke mekanisme yang ada. Saya juga bersama kader Golkar yang lain yang mencalonkan diri, sama posisinya, harus mengikuti mekanisme yang ada,” tukas Deding kepada Balebandung.com, ditemui di acara Peringatan Milad ke-7 Ponpes Addzimat di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/1/19) malam.

Kendati begitu, timpal Deding, ia pun berharap jika Allah sudah meridoi mantakdirkan dirinya mendapatkan rekomendasi menjadi Calon Buapti Bandung dari Partai Golkar, hal ini menjadi langkah awal bagi KDI untuk bisa manggung di Pilbup Bandung 2020.

KDI juga menyatakan ia kembali untuk mencalonkan diri sebagai Cabup Bandung dengan persiapan yang lebih matang mengingat belajar dari pengalamannya mencalonkan diri pada Pilkada Kab Bandung 2010 silam.

“Ya, mudah-mudahan, saya kembali maju dengan persiapan yang lebih matang. Sekarang saya lebih banyak melibatkan dan mengembangkan jaringan anak-anak muda, jaringan alumni, keluarga besar saya,” ucapnya.

Apalagi kini dirinya merasa sedang at home, sedang berada di Golkar. Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser, juga Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk ikut mengikuti prosedur dan mekanisme penjaringan balonbup Golkar ini.

“Ini menjadi preseden politik yang baik bahwa Golkar sebagai parpol pemenang di Kabupaten Bandung, tapi dalam menentukan balonbupnya tetap melalui proses penjaringan ini. Golkar berupaya memasarkan dulu kader-kadernya kepada masyarakat, sekalipun Golkar bisa otomatis menentukan siapa calonnya. Ini merupakan langkah yang positif,” tandas mantan anggota Komisi III DPR RI dari Dapil Jabar III ini.

Dr. H. Deding Ishak, S.H., M.M atau Kang Deding Ishak yang juga dikenal dengan julukan KDI, merupakan kader Golkar dengan kapasitasnya sebagai seorang akademisi, juga dikenal banyak oleh para ulama. Boleh disebut, dari sosok Deding merepresentasikan perpaduan antara umarah dan ulama. Deding dikenal sebagai sosok cerdas dan religius. Pria kelahiran Bandung 4 Juni 1962 ini merupakan putra ulama kondang Jawa Barat, KH R Totoh Abdul Fatah dengan istrinya Hj. Siti Mariyam.

“Ya, saya memang sudah menjalani berbagai pekerjaan. Mulai saya pernah pegawai negeri sipil, jadi birokrat jadi dosen akademisi, politisi, ketua ormas, banyak bergaul dengan para kyai, terakhir saya terpilih sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar tiga,” urainya.***

Nih, Harapan KDI tentang Pemimpin Baru Kabupaten Bandung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]