Bale Bandung

Nih, Harapan KDI tentang Pemimpin Baru Kabupaten Bandung

×

Nih, Harapan KDI tentang Pemimpin Baru Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini
Balonbup Bandung Deding Ishak saat perayaan milad ke-7 Ponpes Addzimat, di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/12) malam. by iwa/bbcom
Balonbup Bandung Deding Ishak saat perayaan milad ke-7 Ponpes Addzimat, di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/12) malam. by iwa/bbcom

RANCAEKEK, Balebandung.com – Seiring pergantian tahun 2020, masyarakat Kabupaten Bandung pun akan memiliki pemimpin baru di tahun ini dengan digelarnya Pilkada Kab Bandung pada 23 September 2020.

Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar Kang Deding Ishak (KDI) berharap di tahun ini masyarakat Kabupaten Bandung bakal mempunyai pemimpin yang benar-benar menjadi pilihan masyarakat Kabupaten Bandung sendiri. Seperti apa kriterianya?

Deding berharap yang memimpin Kabupaten Bandung ke depan tentunya putra daerah Kabupaten Bandung yang memiliki kapasitas dan kualitas dalam memimpin.

“Dengan semangat tahun baru 2020, tentu melalui Pilkada 2020 nanti, warga Kabupaten Bandung harus memiliki pemimpin yang lebih baik lagi dari masa kepemimpinan Pak Dadang Naser. Seorang pemimpin mampu memahami Kabupaten Bandung, lahir di Kabupaten Bandung dan memahami masyarakat, karakteristik wilayah, kondisi geografis Kabupaten Bandung,” kata Kang Deding ditemui di acara Peringatan Milad ke-7 Ponpes Addzimat di Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Selasa (31/1/19) malam.

Menurut KDI, kepemimpinan Dadang Naser selama 10 tahun ini berhasil dan sudah menorehkan berbagai prestasi. “Dalam Islam juga diajarkan, janganlah kalian rusak keadaan yang sudah baik ini, wa laa tufsidu fil ardhi ba’da islahiha. Tentu kita juga tidak menutup mata ada kekurangan dan kelemahan, tapi hal itu sifatya manusiawi. Tapi dari sisi kebijakan, implementasi kepemimpinannya, beliau ini telah meletakan dasar-dasar pengambilan kebijakan yang baik,” tukas Deding.

Jadi siapapun nanti penerusnya, imbuh KDI, sebetulnya dia akan lebih mudah dalam menjalani kepemimpinannya, karena tinggal melanjutkan kepemimpinan Dadang Naser, tapi tentunya dengan harus lebih baik lagi, lebih meningkat lagi.

“Mereka punya basic keilmuan juga, sehingga punya wawasan dan pengalaman yang cukup untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Bandung karena mengelola pemerintahan itu bukan pekerjaan yang mudah. Tentu harus ada basic keilmuan pengalaman wawasan, dan pergaulannya,” papar KDI.

Tentunya, imbuh Deding, kembali kepada masyarakat Kabupaten Bandung sendiri yang bisa menilai siapa yang layak dan tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Dadang Naser untuk lima tahun ke depan.

“Baik berupa program-program pemerintahan sebelumnya yang bisa dilanjutkan, maupun perubahan yang dikendaki yang bermula dari aspirasi masyarakat,” kata Deding.***

Deding Ishak Sebut Ponpes Addzimat Bisa Jadi Role Model Pendidikan Nasional

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]