Bale Bandung

Demi Bertemu Presiden Jokowi, Warga Baleendah Jalan Kaki ke Istana Negara

×

Demi Bertemu Presiden Jokowi, Warga Baleendah Jalan Kaki ke Istana Negara

Sebarkan artikel ini
Ayi Sumarna. by ist
Perjalanan Ayi Sumpena terpantau jadi viral di medsos. @infociranjang

BALEENDAH, Balebandung.com – Demi bertemu pemimpin negerinya, beberapa warga negara Indonesia nekad berjalan kaki ke Istana Negara Jakarta.

Kali ini Ayi Sumpena (55), warga Kampung Cilebak RT 01 RW 02 Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, yang pada hari Rabu (12/6/19) lalu, diketahui berangkat dari rumahnya berjalan kaki sendirian, menempuh jarak ratusan kilometer menuju Istana Negara.

Kakek dari delapan cucu ini nekad ingin bertemu Presiden RI Joko Widodo sekedar untuk silaturrahmi lebaran. Di dada dan punggungnya, terpampang tulisan “Perjalanan mau ketemu Bpk Presiden Joko Widodo.” Menurut informasi dari pihak keluarganya, Ayi pamit berangkat ke Jakarta pada Rabu (12/6) subuh.

“Bapak memang pamit ke kami pada hari Rabu (12/6) subuh. Bilangnya mau ke Jakarta. Ternyata di medsos ramai Bapak disebut mau ketemu Pak Presiden Jokowi. Dari dulu bapak kami memang pendukung Pak Jokowi. Sangat menyukai Pak Jokowi,” kata Adul (32), putra dari Ayi saat dikonfirmasi Balebandung.com.

Adul mengaku ayahnya itu hanya bilang mau ke Jakarta. “Kalau saya tahu bapak berjalan kaki, tentu saya larang,” ujarnya. Menurutnya pihak keluarga baru tahu dari cucu Ayi, yang mendapat informasi keberadaan Ayi melalui media sosial. Ayi pun tidak membawa handphone untuk berkomunikasi dengan keluarganya.

Perjalanan Ayi terpantau di media sosial @infociranjang, saat sudah sampai di Ciranjang, Cianjur pada hari Jumat (14/6/19). Kita doakan semoga Pak Ayi tetap sehat dan selamat sampai tujuan. Aamiin.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]