Bale Bandung

Dikira Teroris, Pria Bergolok Datangi Mapolsek Nagreg

×

Dikira Teroris, Pria Bergolok Datangi Mapolsek Nagreg

Sebarkan artikel ini
Petugas Polsek Nagreg menahan seorang pria yang kedapatan membawa sajam saat mau masuki Mapolsek Nagreg,, Sabtu (8/7). by ist
Petugas Polsek Nagreg menahan seorang pria yang kedapatan membawa sajam saat mau masuki Mapolsek Nagreg,, Sabtu (8/7). by ist

NAGREG – Petugas Polsek Nagreg-Polres Bandung menahan seorang pria yang kedapatan membawa senjata tajam berupa bedok, saat mau masuk ke Mapolsek Nagreg, sekitar pukul 24.00 WIB, Sabtu (8/7/17).

Ceritanya pria bertato bernama Ohim, warga Pasirhonje RT 01/RW 14 Desa Padasuka Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung itu datang sendiri ke Mapolsek dengan niat mau bertanya sebuah alamat.

Tapi sebelum memasuki Mapolsek Nagreg, Ohim ditahan oleh Kanit Reskrim Polsek Nagreg dan diminta untuk membuka jaket sama tasnya oleh petugas jaga. Melihat gelagat yang mencurigakan, petugas Brig Sendi pun berinisiatif mengamankan tas itu.

“Saat dibuka tasnya, terlihat ada sajam berupa golok dan pisau hingga akhirnya pelaku diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Dony kepada wartawan, Minggu (9/7/17).

Sebelumnya diduga pria itu hendak menerobos masuk Mapolsek dan menyerang para anggota Polsek yang sedang berjaga. Namun setelah diperiksa ternyata tidak. Dony menyebut pria itu terindikasi sedang stres karena mengaku baru ditinggal istrinya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]