Bale Bandung

Idarah Syu’Biyyah Jatman Kab Bandung Resmi Dilantik, PCNU Ajak Bersinergi Lagi

×

Idarah Syu’Biyyah Jatman Kab Bandung Resmi Dilantik, PCNU Ajak Bersinergi Lagi

Sebarkan artikel ini
Pengurus Idarah Syu'biyyah JATMAN Kab Bandung masa khidmat 2025-2029, di Ponpes Wahdatut Tauhid, Jalan SMPN 1, Kampung Bojongrengas Desa Majasetra Kec Majalaya, Kab Bandung, Kamis (5/2/26).

MAJALAYA, balebandung.com – Pengurus Idarah Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Bandung masa khidmat 2025-2029, resmi dilantik oleh Idarah Wustha JATMAN Provinsi Jawa Barat. Turut menyaksikan pelantikan Sekum Idaroh Aliyah Jatman Ali M Abdillah.

Prosesi baiat digelar di Pondok Pesantren Wahdatut Tauhid, Jalan SMPN 1, Kampung Bojongrengas Desa Majasetra Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis 5 Februari 2026.

“Alhamdulillah, setelah melewati masa-masa yang alot karena ada rekam jejak pengurus yang lama, akhirnya terbentuk kepengurusan baru Jatman Kabupaten Bandung dan hari ini bisa dilantik,” ucap Mudir Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat KH Endang Syamsudin dalam sambutannya.

Dengan kepengurusan yang baru ini, imbuh KH Endang, diharapkan kepengurusan Jatman Kabupaten Bandung memiliki semangat baru, pola pikir yang baru dan murni dengan ke-NU-annya. “Sehingga bagi kita, NU adalah hidup kita, Jatman adalah jalan kita,” ucap KH Endang.

Ia pun berharap dengan berdasar kepada pola atau garis ahlussunnah wal jamaah dengan jalan hidup Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, hidup kita dan hidup keluarga kita serta masyarakat, insya Allah akan selamat dan akan bahagia, karena Jatman ini lebih mengutamakan kepada urusan-urusan hati

Sementara Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Agus Qustolani kembali mengajak Jatman untuk bersinergi lagi dalam sebuah prinsip. Agus meyakini dengan sinergi bersama Jatman, maka NU akan kembali menemukan jalan yang lebih baik.

Menurut KH Agus, Jatman ini konsentrasinya di hati dan korelasinya dengan lisan sebagai kunci utama dalam kehidupan. Sementara Nahdlatul Ulama lebih ke struktural  dengan tetap menapaki bumi, sedangkan Jatman menjulang ke langit.

“Saya berkeyakinan NU ini akan lebih kuat lagi dengan keberadaan Jatman di sampingnya, dengan thoriqih-nya, yang siap membimbing PCNU untuk menapaki jalur langit dengan gerakan samawi. Sementara kami di PCNU tetap menapaki jalur bumi bersama para petani, lembaga kehutanan atau pun perekonomian dengan gerakan al ardh–nya,” ungkap Agus.

Dalam sejarahnya pun, imbuh Agus, NU selalu memenangkan perseteruan bahkan pertempuran, itu karena sejak dulu pun perjuangannya disokong dan diperkuat dan senantiasa tidak terlepas dari thoriqoh.

“Untuk itu, PCNU Kabupaten Bandung beserta jajaran mengucapkan selamat atas dilantiknya Idarah Syu’Biyyah Jatman Kabupaten Bandung,” ucap Agus.

Sedangkan Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Bandung, Ajengan Akbar Wijaya Kusumah menyatakan kesepakatannya agar Jatman dapat memberikan warna seperti yang diharapkan Ketua PCNU Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, semoga Jatman Kabupaten Bandung setelah terbentuk bisa memberikan warna seperti apa yang diharapkan Ketua PCNU, dengan bersinergi dan menjadi bagian dari PCNU Kabupaten Bandung dalam mengisi relung-relung ruhaniah pengurus PCNU,” ucap Akbar.

Akbar mengungkapkan kebanggaannya terhadap PCNU yang sangat mendukung Jatman sebagai banom NU. “Alhamdulillah, kami merasa bangga dan bahagia punya sesepuh di PCNU, bukan saja dukungannya secara moril yang diberikan, tapi juga termasuk dukungan materil. Untuk itu kami haturkan terima kasih kepada para sesepuh di PCNU Kabupaten Bandung,” ucap Akbar.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Warga Kampung Mundel RT 04/RW 04 Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, mengeluhkan kondisi tanah dan bangunan rumah yang terus mengalami penurunan atau amblas diduga akibat aktivitas sumur artesis atau sumur bor dalam milik PT Kahatex Solokanjeruk. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan maupun bangunan rumah di […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan demi mendukung aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, pengusaha, hingga sektor pariwisata di Kabupaten Bandung. Menurut Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS), anggaran untuk perbaikan dan pembangunan jalan akan difokuskan dari penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selain berperan sebagai lembaga dakwah, juga telah berkontribusi di bidang pendidikan dengan menyelenggarakan pendidikan formal yang sudah berjalan di keluarga besar LDII Kabupaten Bandung. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat membuka Musyawarah Daerah LDII Kabupaten Bandung, di Gedung […]

Bale Bandung

Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali, tetapi hal itu tetap perlu dibaca sebagai dugaan, bukan fakta final. Menariknya, meski […]