Bale Kab BandungPamong

Kab Bandung Sambut Indonesia Kiblat Busana Muslim Dunia 2020

Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qudratullah saat Hijab Festival 2017 di Hotel Sutan Raja Soreang, Sabtu (15/4). by iwa/bbcom

SOREANG – Sebagai salah satu daerah penghasil busana muslim, Kabupaten Bandung terus berbenah diri untuk mendukung Indonesia sebagai kiblat busana muslim di dunia. Berbagai pembinaan dan pelatihan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, agar para pelaku UMKM busana muslim di daerah ini terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya.

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan, kesiapan ini sangat penting karena di Kabupaten Bandung sejak lama dikenal sebagai daerah produsen busana muslim di Indonesia. Selain di dalam negeri, kata Popi, busana uslim dari Kabupaten Bandung ini bahkan sudah melanglang ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunei Darusalam dan beberapa negara lainnya di Asia.

“Kami terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung dan kami dorong untuk meningkatkan kualitas produk, karena salah satu permasalahannya adalah quality control (qc) dan juga ukuran. Selain itu, Kementrian Perdagangan juga siap memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM busana muslim ini dengan mendatangkan desainer ternama untuk memberikan pelatihan kepada mereka,” terang Popi di Soreang, Selasa (23/10/18).

Popi menuturkan pelatihan yang dilakukan bersama Kemendag ini setiap angkatan dikuti oleh 50 orang pelaku UMKM bidang fashion, dan telah dilaksanakan sebanyak lima angkatan. Sehingga, sudah ada kurang lebih 250 orang pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan.

“Diharapkan mereka yang telah mengikuti pelatihan ini bisa menularkan ilmu pengetahuannya kepada para pelaku UMKM lainnya yang jumlahnya ribuan pelaku usaha di Kabupaten Bandung,” ucap Popi.

Pembinaan dan pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan rating kawasan UMKM di Kabupaten Bandung sebagai kampung wisata. “Sehingga nantinya sentra-sentra produksi ini bisa sekaligus menjadi kampung wisata. Wisatawan bisa datang melihat langsung proses produksi, termasuk di kawasan UMKM busana muslim ini,” jelas Popi.

Menurutnya, pelaku UMKM busana muslim banyak tersebar di wilayah Kecamatan Soreang dan sekitarnya, di Kecamatan Cicalengka, Cikancung dan sebagian Rancaekek yang lebih banyak memproduksi kerudung atau hijab.

“Seperti di Cicalengka itu ada kurang lebih 3.000 orang pelaku UMKM, itu belum ditambah dari Cikancung dan sebagian Rancaekek. Perputaran uang di sana sangat besar, setiap UMKM itu perminggunya untuk belanja bahan baku saja tidak kurang dari Rp 50 juta, itu belum ditambah upah pekerja dan lainnya,” pungkas Popi. ***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close