BOJONGSOANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyiapkan pembangunan danau seluas sekitar 10 hektare di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, sebagai salah satu langkah mengurangi banjir yang selama ini kerap melanda kawasan Bojongsoang dan sekitarnya.
Rencana tersebut disampaikan KDS saat menghadiri Silaturahmi dan Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bersama Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya dan ratusan kader Karang Taruna Kabupaten Bandung di Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Sabtu (1/8/2026).
Menurut KDS, pembangunan danau retensi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat pengendalian banjir di wilayah hilir Sungai Citarum, khususnya Bojongsoang yang selama ini menjadi daerah langganan genangan.
“Insya Allah kita siapkan pembangunan danau sekitar 10 hektare di Tegalluar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi banjir di Bojongsoang,” kata KDS.
Selain pembangunan danau, KDS mengungkapkan upaya penanganan banjir juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Ia mengapresiasi dukungan Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang siap membantu percepatan normalisasi Sungai Cikeruh melalui pendekatan pentahelix.
Menurut KDS, selama ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum hanya mampu melakukan normalisasi dan penataan hingga radius sekitar 300 meter di sisi kiri dan kanan Sungai Cikeruh maupun Sungai Citarik.
“Bang Romy siap membantu melanjutkan penanganannya di luar kewenangan BBWS melalui kolaborasi pentahelix. Ini menjadi langkah yang sangat baik agar penanganan banjir bisa lebih menyeluruh,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, KDS juga menitipkan sejumlah pesan kepada ratusan kader Karang Taruna Kabupaten Bandung yang hadir pada kegiatan sosialisasi. Ia menegaskan Karang Taruna lahir sebagai organisasi sosial yang harus hadir membantu masyarakat, bukan sekadar menjadi organisasi kepemudaan.
“Karang Taruna harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Laksanakan kegiatan-kegiatan sosial dan jangan pernah berhenti membantu warga,” katanya.
Lebih jauh, KDS berharap Karang Taruna mampu mengambil peran sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus ikut mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Harapan itu, kata KDS, sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Bandung menciptakan 10.000 lapangan kerja dan wirausaha baru setiap tahun melalui berbagai program pelatihan kerja, pengembangan UMKM, pemberdayaan ekonomi desa hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sudah saatnya jangan ada lagi pemuda yang menganggur. Karang Taruna harus mampu menyelaraskan programnya dengan program pemerintah daerah untuk membuka lapangan kerja dan mencetak wirausaha baru,” katanya.
Di hadapan para pemuda, KDS juga mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal dan judi online yang kini semakin mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung termasuk daerah dengan tingkat aktivitas judol yang cukup tinggi di Jawa Barat.
“Jangan sampai terjebak judol atau pinjol. Bahkan yang mengakses judol paling banyak terdeteksi di wilayah Baleendah,” ujarnya.
Selain itu, KDS meminta generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan mudah percaya hoaks. Saring dulu setiap informasi sebelum dibagikan. Anak muda harus menjadi contoh dalam menggunakan media sosial secara bijak,” katanya.
Menutup sambutannya, KDS mengajak seluruh kader Karang Taruna untuk terus menjaga hubungan baik dengan orang tua sebagai bekal menghadapi kehidupan.
“Jangan lupa minta doa dan mohon ampun kepada ibu bapak. Ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 KI.
Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan organisasi kepemudaan, mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya menciptakan pekerja yang produktif dan terlindungi.
Ia berharap semakin banyak pekerja formal maupun informal, termasuk pelaku UMKM, relawan sosial, hingga kader Karang Taruna yang terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan sehingga memiliki kepastian perlindungan saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun jaminan hari tua.***







