Bale Bisnis

Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah, OJK Jabar Bakal Rangkul 13 Ribu Pesantren

×

Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah, OJK Jabar Bakal Rangkul 13 Ribu Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Jabar Darwisman saat media gathering di Pangandaran, Rabu (3/12/25).

BANDUNG, balebandung.com – Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di dunia pada 2045. Apalagi Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar dari entitas pondok pesantren yang mencapai 12.977 ponpes.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Oktober 2025, market share keuangan syariah di Jabar asetnya mencapai 9,98%, Dana Pihak Ketiga (DPK) 11,12%, Kredit 11,23%.

“Dilihat dari kue share-nya saja, ekonomi dan keuangan syariah Jawa Barat lebih tinggi dari perkembangan syariah nasional,” ujar Kepala OJK Jawa Barat Darwisman saat media gathering di Pangandaran, Rabu 3 Desember 2025.

Mengingat potensinya yang sangat besar, kata Darwisman, OJK bertekad untuk fokus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syaraiah, dengan pendalaman literasi dan inklusi syariah.

“Kita ingin Jabar menjadi pilot project ekonomi dan keuangan syariah nasional tahun 2026. Ini juga untuk lebih mendorong perekonomian Jawa Barat. Kami akan merangkul sekitar 13 ribuan entitas pondok pesantren se Jawa Barat dalam rangka inklusi dan literasi keuangan syariah,” ungkap Darwis.

Tantangan yang masih dihadapi untuk mewujudkan hal itu salah satunya adalah terkiat indeks inklusi keuangan syariah yang masih mencapai 12%. sementara  indeks literasi keuangan syariah sudah cukup tinggi mencapai 44%.

“Karena itu nantinya OJK akan dampingi untuk memberikan sosilisasi secara masif dengen melibatkan pondok pesantren, terkait inklusi dan literasi keuangan syariah,” tandas Darwis.

Ia mengaku sudah membicarakan hal ini dengan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk nantinya dibuatkan MoU.

Untuk peningkatan inklusi ini, OJK sudah memilik Program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) dan Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di pesantren. Program ini juga melibatkan para alim ulama, ustaz ustazah, para tokoh agama untuk diberikan Training of Trainer (TOT).

Menurutnya, inklusi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia harus lebih kompetitif memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti dengan menyiapkan jaringan kantor dan mesin ATM yang tersebar merata si seluruh provinsi.

“Sistem keuangan syariah ini di negara-negara liberalis di Eropa malah lebih sukses diterapkan, ini menjadi tatangan buat kita,” ungkap Darwis.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bisnis

JAKARTA, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus melonjak sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, jumlah investor telah mencapai 30,06 juta, bertambah sekitar 1,10 juta investor baru dalam sebulan dan tumbuh 47,63 persen secara year to date (ytd). Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya partisipasi masyarakat di pasar modal […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing sekaligus memperluas penetrasi pasar di Jawa Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis SIG dengan menggabungkan kekuatan warisan merek lokal dan inovasi teknologi produk. Peluncuran kembali Semen Kujang dilakukan di Bandung, Rabu […]

Bale Bisnis

SOREANG, balebandung.com – Kinerja pelayanan perizinan Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat lonjakan signifikan pada Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Tahun 2026 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 204 Tahun 2026. Kabupaten Bandung berhasil meningkatkan nilai dari 76,484 pada penilaian sebelumnya menjadi 94,838, atau naik […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung terus menunjukkan geliat positif. Hingga Triwulan II 2026, Kabupaten Bandung tercatat sebagai daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar kedua di Jawa Barat, sekaligus masuk lima besar penyaluran kredit UMKM di provinsi tersebut. Data tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Minat masyarakat Kabupaten Bandung untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat per Juni 2026, Kabupaten Bandung menempati peringkat kedua daerah dengan jumlah Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas tunggal investor terbanyak di Jawa Barat, mencapai 466.978 SID atau sekitar 8,08 persen […]

Bale Bisnis

balebandung.com – PT Geo Dipa Energi (Persero) (GDE) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 berkapasitas 1 × 55 MW. Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini resmi memasuki tahap krusial ditandai dengan suksesnya pengangkutan dan mobilisasi komponen utama pembangkit, yaitu generator listrik, menuju lokasi proyek. Generator merupakan […]