Bale Jabar

Kementerian LHK Akui Sosialisasi Permen 39 Belum Massif

×

Kementerian LHK Akui Sosialisasi Permen 39 Belum Massif

Sebarkan artikel ini
Dirjen PSKL Kementerian LHK Ir. Erna Rosdiana, M.Si., (ketiga dari kiri), saat diskusi Permen 39 LHK dan Dinamika Sosial di Dinas LH Jabar, Jl Naripan Bandung, Selasa (8/8/17). by iwa/bbcom
Dirjen PSKL Kementerian LHK Ir. Erna Rosdiana, M.Si., (ketiga dari kiri), saat diskusi Permen 39 LHK dan Dinamika Sosial di Dinas LH Jabar, Jl Naripan Bandung, Selasa (8/8/17). by iwa/bbcom

BANDUNG – Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (Dirjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ir. Erna Rosdiana, M.Si., mengaku pihaknya masih minim mensosialisasikan Peraturan Menteri LHK RI. Nomor P.39 /MenLHK/setjend/Kum. 1/6/2017 Tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani. Kendati begitu sosialiasi sudah dilakukan pihaknya meski belum secara massif.

“Sebenarnya sudah disosialisasikan, hanya belum menyeluruh karena waktunya mepet untuk mengejar target di 2,8 juta hektare Perhutanan Sosial. Tapi rencananya setelah ini kita akan sosialisasikan lagi lebih massif,” kata Erna kepada Balebandung.com usai diskusi Permen 39 LHK dan Dinamika Sosial di Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Jl Naripan Bandung, Selasa (8/8/17).

Akibatnya, imbuh Erna, banyak pihak yang masih belum memahami apa yang terkandung dalam P.39 itu. “Karena belum memahami akibatnya lebih cepat reaksi negatifnya terhadap Permen ini,” ungkap Erna. Ia pun membantah jika pihaknya tidak berkordinasi ke pemerintah daerah seperti ke Pemkab Bandung. “Sudah kita berkordinasi, waktu itu pas Ibu Menteri melakukan survei ke lokasi Gunung Rakutak,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Permen LHK Nomor P.39 /MenLHK/setjend/Kum. 1/6/2017 Tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani menuai kontroversi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bandung. Permen itu dianggap tidak ada sosialisasi dan tidak melibatkan para stakeholder kehutanan terutama pegiat dan pelaku lingkungan lokal. “Semua elemen masyarakat di sekitar kawasan akan kita libatkan, itu sudah tercantum dalam P.39,” kilahnya lagi.

Disinggung soal penolakan dari berbagai elemen lingkungan terhadap P,39 ini, Erna mempersilahkan pihak yang menolaknya untuk membuat pernyataan secara tertulis dan melalui mekanisme yang berlaku. “Silahkan diproses saja, ajukan penolakannya secara tertulis ke kementerian,” ujarnya.

Menurut Erna P.39 itu sebenanya bertujuan untuk menyelamatkan kawasan hutan yang kritis dan berpotensi menimbulkan bencana,. “Kita akan perbaiki lahan yang gundul, yang tutupan hutannya kurang dari 10 persen dengan tetap melibatkan masyarakat dan petani lokal,” jelas Erna.

Ia sendiri mengaku heran dengan berbagai reaksi Program Perhutanan Sosial ini, khususnya di Pulau Jawa. “Kalau di luar Pulau Jawa itu mereka senang sekali dengan program ini. Mereka mendapat jatah dua hektare untuk mengelola hutan denan tetap di bawah bianaan Kementerian LHK. Program ini tujuannya semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan. Dari dua hektare lahan itu ditanami tumpangsari juga boleh untuk jenis usahanya, disesuaikan dengan kondisi lingkungan,” ungkapnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Polda Jawa Barat akhirnya menangkap Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kasusnya menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui aktivitas transaksi perbankan yang […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebadung.com – Dewan Pakar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) Yudi Latif menilai Indonesia membutuhkan revolusi Pancasila yang mampu menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Yudi Latif saat menyampaikan Pidato Kebangsaan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar MMS di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Senin […]

Bale Jabar

SORONG, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna menghadiri dan menyambut baik Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 30 Mei 2026. Kang Dadang Supriatna (KDS) yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini mengatakan, deklarasi ini […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Ganesha Business Festival (GBF) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil menarik lebih dari 7.000 pengunjung di Sawarga Courtyard Summarecon Mall Bandung, Sabtu (30/5/2026). Ajang tahunan yang menampilkan berbagai inovasi, karya bisnis, dan kreativitas mahasiswa itu mengusung tema “Human Edge: The Power Beyond Technology”. Tema tersebut […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Ketua Harian DKM Masjid Raya Al Jabbar KH Tata Moch Tasdiq SH mengajak umat Islam memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum menyembelih sifat sombong, egoisme, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Hal itu disampaikan KH Tata Moch Tasdiq yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fajar Ashshidiqi, […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Jawa Barat mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan keluarga yang kuat menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat. Menurut dia, kesehatan reproduksi tidak boleh dipandang sebagai […]