Bale Bisnis

Ketum REI: Program 3 Juta Rumah Prabowo Gerakkan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

×

Ketum REI: Program 3 Juta Rumah Prabowo Gerakkan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Ketum REI Joko Suranto

BANDUNG, balebandung.com – Program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ini adalah program kemanusiaan sekaligus program ekonomi sebagai bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto kepada pers di Bandung, Senin (11/5/2026). “Rumah itu bukan hanya bangunan, tetapi juga tempat keluarga berlindung, anak-anak tumbuh, nilai-nilai kehidupan ditanamkan,” kata Joko.

Karena itu, imbuhnya, ketika pemerintah menempatkan perumahan sebagai salah satu prioritas besar, sesungguhnya negara sedang hadir dalam kebutuhan paling dasar rakyat. Yaitu,  kebutuhan untuk hidup layak dan bermartabat.

Menurut Joko, di tengah masih besarnya kebutuhan rumah bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, program 3 juta rumah menjadi jawaban konkret.

“Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyebut program ini diarahkan untuk mengatasi backlog perumahan, menyediakan hunian layak dan terjangkau, serta memperbaiki rumah tidak layak huni, termasuk di desa, kota, dan kawasan pesisir,” ungkapnya.

Namun begitu, Joko menambahkan, kekuatan program ini bukan hanya pada aspek sosialnya. Dari sisi ekonomi, program 3 juta rumah juga bisa menjadi mesin penggerak dunia usaha. Sektor perumahan memiliki efek berantai yang sangat luas. Setidaknya, ada 185 jenis industri turunan terkait dengan properti yang mampu menyerap tenaga kerja dan daya beli.

Ketika rumah dibangun, jelas Joko,  yang bergerak bukan hanya pengembang. Industri semen, baja, pasir, batu, genteng, keramik, cat, kayu, listrik, perbankan, transportasi, hingga tenaga tukang ikut hidup.

Artinya, lanjut Joko, satu rumah yang dibangun bisa menggerakkan banyak dapur rakyat. Ada buruh bangunan yang bekerja, ada toko material yang berputar, ada pengusaha kecil yang mendapat pesanan, ada perbankan yang menyalurkan pembiayaan, dan ada daerah yang ekonominya ikut bergerak.

Karena itu, tegas Joko,  program 3 juta rumah disebut bukan hanya program pro-rakyat, tetapi juga program pro-pertumbuhan.

Kementerian PKP bahkan menegaskan program ini sejalan dengan paket ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan ratusan industri di sektor perumahan.

“Bagi pelaku usaha perumahan, program ini memberi harapan baru. Dunia usaha membutuhkan kepastian arah kebijakan, dukungan pembiayaan, penyederhanaan perizinan, ketersediaan lahan, serta keberpihakan nyata agar rumah rakyat bisa dibangun dengan harga yang tetap terjangkau,” jelas Joko.

Menurutnya, jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan masyarakat bisa bergerak dalam satu irama, maka program ini bukan mustahil menjadi salah satu legacy besar Presiden Prabowo.

Apalagi, lanjut Joko, pemerintah juga mulai mendorong skema pembiayaan seperti Kredit Program Perumahan untuk mendukung pembangunan dan renovasi rumah, termasuk bagi pelaku UMKM dan kontraktor daerah.

“Ini penting karena pembangunan rumah rakyat tidak boleh hanya dinikmati pemain besar, tetapi juga harus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal,” tegasnya.

Dalam konteks itulah, Joko menegaskan, apresiasi kepada Presiden Prabowo perlu diberikan secara jernih. Dan program 3 juta rumah menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang jalan besar, gedung tinggi, atau proyek mercusuar.

“Pembangunan sejati harus menyentuh ruang paling dekat dengan rakyat, yaitu rumah,” tandas Joko.(*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Financial Expo (FinExpo) 2026 yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Trans Studio Mall Bandung. Kegiatan puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 ini berhasil mencatat 27.417 pengunjung dan nilai transaksi Rp15,76 miliar. FinExpo 2026 […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemain judi online (judol) tertinggi di Jawa Barat. Kabupaten Bandung menempati posisi kedua dengan 182.450 pemain berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024 yang diolah dalam paparan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat. Data tersebut menunjukkan jumlah pemain judol di Kabupaten Bogor […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun produk jasa keuangan sepanjang Oktober. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Berdasarkan data OJK, pembukaan tersebut terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan tiga Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yakni PT BPR Sejahteraartha Sembada, PT BPR Mitra Rakyat Riau, dan PT BPR Mitradana Madani, ke dalam PT BPR Arthaguna Mandiri. Konsolidasi yang efektif sejak 10 Agustus 2026 ini diarahkan untuk memperkuat permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas akses pembiayaan bagi […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Permata Bank membekali siswa SMP Ganesha Bandung dengan kecakapan mengelola uang dan mengenali risiko transaksi digital melalui program Permata CERITA 2026. Program edukasi keuangan yang melibatkan lebih dari 500 employee volunteers ini digelar di 24 kota di Indonesia dalam rangka perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Melalui program bertema “24 Tahun, 24 Kota, […]

Bale Bisnis

JAKARTA, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas penelusuran rekening yang terindikasi terkait judi online. Perbankan tidak hanya diminta melakukan pemblokiran atau Enhanced Due Diligence (EDD) terhadap rekening yang dilaporkan, tetapi juga menelusuri rekening lain yang memiliki kesesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dalam siaran pers RDK September 2026, OJK mencatat sekitar 38.796 rekening terindikasi melakukan […]