Bale Jabar

Nih, Bukti TNI AD Punya Para Sniper Tangguh Disegani Negara Maju

×

Nih, Bukti TNI AD Punya Para Sniper Tangguh Disegani Negara Maju

Sebarkan artikel ini
Anggota Kompi Bantuan Peleton SLT Batalyon Lintas Udara 330/ Tri Dharma Kostrad, Praka Mulyana (tengah) peraih Medali Emas Kategori Sniper (Penembak Jitu) di Kejuaraan Menembak Tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), 23 Mei 2015. by tniad.mil.id
Anggota Kompi Bantuan Peleton SLT Batalyon Lintas Udara 330/ Tri Dharma Kostrad, Praka Mulyana (tengah), peraih Medali Emas Kategori Sniper (Penembak Jitu) di Kejuaraan Menembak Tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), 23 Mei 2015. by tniad.mil.id

JAKARTA – Tim Petembak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali meraih predikat Juara Umum di kejuaraan menembak tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berlangsung pada 20-23 Mei 2015 di Australia.

Dalam kejuaraan yang diadakan Angkatan Darat Australia itu TNI AD berhasil menggondol medali terbanyak, mengalahkan 17 negara peserta lainnya. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan keras yang rutin dilakukan. Selain itu momen tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa persenjataan buatan dalam negeri yang digunakan TNI kualitasnya tidak kalah dengan persenjataan yang digunakan oleh petembak dari negara-negara maju.

Pada lomba tersebut, TNI AD menurunkan petembak terbaiknya dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Posisi Juara Umum di Australia ini merupakan kemenangan kedelapan kalinya bagi TNI AD dalam lomba menembak di kawasan Asia-Pasifik.

Pada AASAM 2015 itu perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah Australia, termasuk tim Amerika Serikat, dan Inggris. Raihan medali yang diperoleh pun terpaut sangat jauh. Bisa dibilang TNI AD menang mutlak. Ketangguhan para petembak TNI bahkan tidak dapat disaingi oleh tim petembak handal negara maju lainnya, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia sukses meraih 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sementara Angkatan Darat Australia yang duduk di posisi kedua hanya mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger di posisi ketiga mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Salah satu anggota tim TNI AD yang berhasil meraih medali emas di Australia tersebut adalah Praka Mulyana. Pria kelahiran Leuwiliang Bogor 1 Desember 1984 ini adalah bungsu dari 7 bersaudara. Meski meniti karier militer dari bawah, Praka Mulyana sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri Dharma Bhakti hingga Sekolah Menengah Pertama Negeri Leuwiliang dan Sekolah Menengah Atas Negeri Leuwiliang, ia selalu menduduki prestasi tiga besar. Bahkan setamat SLTA pada tahun 2005, beberapa perguruan tinggi negeri memberikan dispensasi untuk masuk penerimaan tanpa tes.

Namun pria desa yang sebelumnya bekerja sebagai penggembala kerbau dan memiliki hobi bermain ketapel ini terlanjur memiliki keinginan kuat untuk menjadi prajurit TNI AD. Hal itu menjadi motivasi karena seringnya kediaman Mulyana di pelosok dijadikan area berlatih oleh para prajurit yang sedang melaksanakan latihan militer.

Selama lebih kurang satu tahun mengikuti pendidikan militer dengan menyandang predikat terbaik, membawa Mulyana dipercaya untuk bergabung dengan satuan Kostrad. Anggota Kompi Bantuan Peleton SLT Batalyon Lintas Udara 330/ Tri Dharma Kostrad ini dengan tetap rendah hati dan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Pada tahun 2012 Mulyana mempersunting gadis pujaan hatinya asal Tasikmalaya bernama Erma Suci Lestari S.Pd (25 th) yang berprofesi sebagai guru. Dari hasil pernikahannya kini mereka dikaruniai seorang puteri bernama Kamila Zaura Pertiwi berusia 20 bulan. Sang istri yang merupakan tenaga pendidik justru terus memotivasi sang suami untuk terus berprestasi.

Sejak terpilih menjadi Tim Petembak TNI AD Mulyana tekun berlatih. Waktu yang tersisa dimanfaatkannya untuk menambah pengetahuan dan wawasan dengan cara membaca buku. Sudah sejak tahun 2014 ia tergabung untuk mengikuti lomba tembak AASAM dan sejak itu ia berhasil mengukir prestasi.

Praka Mulyana berhasil mempersembahkan Medali Emas kategori Sniper (penembak jitu) dalam kejuaraan tahunan AASAM. Ia pun merasa bangga karena berhasil mempecundangi tim dari Amerika Serikat, Inggris maupun Perancis yang dikenal mempunyai banyak sniper hebat. Bahkan raihan prestasi emas yang diperolehnya mendapat apresiasi dari para petembak Amerika Serikat. Para tentara negeri Paman Sam tidak ingin kehilangan kesempatan untuk saling berinteraksi dan bertukar cendera mata dengan Mulyana.

“Ini tahun kedua saya mengikuti perlombaan menembak. Alhamdulillah dapat 1 emas dan 1 perak dari kategori perorangan. Tantangan sniper kita bermain dalam suhu 6 hingga 12 derajat sangat jauh berbeda dengan suhu di Indonesia. Lalu variasi jarak tembak 100-1.200 meter membuat faktor kesulitan semakin beragam. Kelembaban udara, bahkan kecepatan angina 30-40 km/perjam itu membuat perhitungan harus sangat akurat dan itu sangat sulit,” ceritanya.

Selain itu menurut Mulyana, tantangan lain yang dihadapi yakni senjata yang digunakannya secara teknologi masih kalah jauh kualitasnya dari negara-negara maju. Mulyana hanya menggunakan senjata seri lama dengan teropong 12 X 50. “Bidikan sasaran bermacam-macam mulai dari kepala, dada, kemudian tubuh lempengan baja 400-500 meter jaraknya. Apabila tak kena akan makin kencang larinya, kalau kena langsung tumbang,” kata dia.

Secara keseluruhan Tim TNI AD berhasil menyabet 56 medali, mengalahkan kontingen lainnya dari negara-negara maju yang selama ini dikenal memiliki persenjataan canggih. Seperti Amerika Serikat yang hanya mendapatkan 4 medali emas, Inggris dengan 3 medali emas, kemudian Australia hanya memperoleh 5 medali emas. Sedangkan Jepang, Brunei Darussalam, Filipina dan New Zealand, serta Singapura masing-masing mendapatkan satu medali emas. Sementara Kanada, Malaysia, Timor Leste, Tonga dan Papua New Guinea (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas. Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema memuji prestasi yang diraih regu tembak Indonesia.

“Prestasi yang membanggakan ini menunjukkan betapa tangguhnya anggota TNI dan persenjataan buatan Indonesia di medan laga,” ungkap Nadjib. “Di bawah tekanan dan kompetisi internasional yang ketat, para peserta dari TNI bertanding dengan semangat luar biasa dan menyelesaikan tiap kompetisi dengan profesionalisme dan skill yang tinggi,” imbuh Dubes.

Nih, rangkaian prestasi yang berhasil diukir para prajurit TNI AD sejak mengikuti kejuaraan menembak AASAM;

  1. Tahun 2009 Juara Umum dengan perolehan 59% medali emas, 41% medali perak dan 39% medali perunggu dari jumlah 41 medali yang diperebutkan.
  2. Tahun 2010 Juara Umum dengan perolehan 22 medali emas, 13 medali perak dan 14 medali perunggu. – Tahun 2011 perolehan medali emas terbanyak, yakni 7 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu.
  3. Tahun 2012 dengan perolehan 25 emas, sementara tentara AS hanya memperoleh 2 emas dan 5 perunggu, dan reduplah pamor senjata MP4 Carabine Amerika Serikat, SAR 21 Singapura, Steyr Aug Austria, HK G36, atau HK416.
  4. Tahun 2013 perolehan 17 medali emas terbanyak dari 58 nomor menembak.
  5. Tahun 2014 Juara Umum dengan perolehan 32 medali emas, 15 perak serta 20 perunggu.
  6. Tahun 2015 kembali meraih Juara Umum dengan perolehan 30 medali emas, 16 medali perak dan 10 medali perunggu.

Keberhasilan ini tentunya dapat menimbulkan efek gentar yang luar biasa atas kemampuan para prajurit TNI AD di mata internasional. Terlebih dalam even itu kontingen Indonesia menggunakan senjata buatan dalam negeri, yakni SS-2 Varian 4 untuk senapan, dan G2 Elite untuk jenis pistol.

Gaung tangguhnya para petembak TNI AD di kancah internasional banyak mengundang decak kagum dan menarik minat negara lain agar terjangkiti “virus jawara”. Beberapa negara, diantaranya Tim Tembak Jepang dan Malaysia telah mengutarakan hasratnya ingin menimba ilmu pada TNI AD. [tniad.mil.id]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]