Bale Bandung

Panwascam Pasirjambu Tertibkan 2.204 APK di Masa Tenang

×

Panwascam Pasirjambu Tertibkan 2.204 APK di Masa Tenang

Sebarkan artikel ini
Komisioner Panwascam Pasirjambu saat penertiban APK di masa tenang, Selasa (13/2/24). by bale1

PASIRJAMBU, Balebandung.com – Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan (Panwascam) Pasirjambu Kabupaten Bandung terus berpatroli di masa tenang, khususnya di malam pencoblosan guna mengantisiapasi adanya serangan fajar di hari H pencoblosan Rabu 14 Februari 2024.

“Sejak Apel Siaga Masa Tenang, Panwascam Pasirjambu sudah menginstruksikan kepada Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara PTPS) untuk rutin berpatroli bersama unsur Forkopimcam, khususnya lagi di malam pencoblosan 14 Februari,” kata Ketua Panwascam Pasirjambu Agus Syarif Hidayat, S.Pd.I saat konferensi pers di Sekretariat Panwascam Pasirjambu, Selasa (13/2/2024).

Pihaknya juga menginstruksikan kepada PKD dan PTPS untuk melarang dan menghentikan apabila ada kegiatan berbentuk kampanye seperti kampanye tatap muka atau ada pertemuan-pertemuan terbatas di lingkungan masyarakat apalagi jika dekat dengan TPS.

“Terutama bagi PTPS harus standby mengawas semua TPS di lingkungannya masing-masing, sehingga pada masa tenang ini betul-betul kita siap siaga dalam pengawasan supaya tidak ada terjadi kegiatan-kegiatan yang dilarang di masa tenang,” imbuh Agus Syarif.

Di masa tenang ini pihaknya dibantu personil dari Bawaslu Kabupaten Bandung juga menertibkan ribuan APK. Agus mengungkapkan sejak hari pertama masa tenang, pihaknya telah menertibkan 2.204 APK.

“Ada sebanyak 2.204 APK yang kami tertibkan sejak hari pertama hingga hari ketiga masa tenang. Di antaranya berbentuk bendera, baligo, spanduk. Kalau billboard cuma 4 unit 4. Semua itu kami tertibkan dibantu Bawaslu untuk APK yang sulit ditertibkan,” jelasnya.

Kendati begitu pihaknya mengakui belum ada laporan temuan di masa tenang, karena pihaknya lebih mengedepankan upaya preventif atau pencegahan.

“Kalau ada potensi pelanggaran, kami langsung lakukan pencegahan, sehingga alhamdulillah tidak sampai terjadi temuan pelanggaran,” ujar Agus.

Sementara untuk persiapan logistik Agus menyatakan sudah 100 persen siap.  “Logistik semua sudah siap 100 persen, termasuk untuk mengisi formulir di TPS,” tandasnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]