Bale Bandung

Pemkab Ajak Warga Memanen Air

×

Pemkab Ajak Warga Memanen Air

Sebarkan artikel ini
Sungai Citarum by ist
Sungai Citarum by ist

SOREANG – Air harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terlebih untuk melestarikannya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung memperkenalkan konservasi sebagai cara memanen air.

“Sebagai sumber kehidupan, air tentu saja perlu dikonservasi untuk masa depan, salah satunya dengan cara konservasi untuk memanennya. Saya mengajak pada semua guru yang hadir hari ini, untuk konsisten dan bisa menginformasikannya baik kepada murid maupun masyarakat luas,” ucap Kepala DLH Kab Bandung Asep Kusumah saat Sosialisasi Konservasi Sumber Daya Air (SDA), di Bale Sawala, Soreang, Kamis (23/3/17).

Asep menerangkan, tujuan usaha konservasi air adalah keseimbangan, untuk menjamin ketersediaan air bagi generasi masa depan, juga pemenuhan kebutuhan fisiologi umat manusia. Ia menyebut ketersediaan sebaran air bumi terdiri dari air di bumi yakni 3% air tawar dan 97% air asin. Sedangkan air tawar terdiri dari 30,1% air bawah tanah, 68,7% es dan 0,9% lainnya. Sementara air tawar permukaan yakni, 2% air sungai, 11% rawa dan 87% air danau.

“Konservasi dilakukan juga dengan tidak menebang pohon sembarangan, guna menjaga kualitas dan kuantitas air bumi,” imbuh Asep.

Menurutnya, kuantitas air bumi masih terjaga. Namun kembali lagi pada konsisten dan perilaku manusia sendiri untuk bisa menjaga dan melestarikan air sebagai anugerah. Melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan, tidak lebih berhasil dari perilaku manusia untuk memanfaatkan air dengan bijak.

“Pengurangan air segar dari sebuah ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya. Harus dilakukan penghematan energi dari pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah mengonsumsi energi besar. Melalui konservasi ini, air bisa dipanen,” terangnya.

Asep Kusumah mengatakan, kebutuhan air bersih rumah tangga diketahui berkisar antara 160-250 liter/orang per hari. Manusia sebagai pengguna air, tentu saja harus paham dan menyadari akan penggunaannya secara benar.

Untuk memaksimalkan aplikasi memanen air, kata Asep, Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan unsur akademisi dan penggiat lingkungan, yang selanjutnya akan diterapkan di masyarakat, baik melalui metode teknologi maupun perilaku sosial.

Perwakilan dari Tim Akademisi Institute Pertanian Bogor (IPB), Wahyu mengungkapkan, berdasar besaran People Equivalent (PE), untuk rumah biasa diperkirakan jumlah air limbahnya adalah 120 liter/hari per orang.

Menurut Wahyu, jika jumlah ini dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia (229.964.720 jiwa), maka air limbah domestik yang diproduksi setiap hari akan mencapai 27.595.766.400 liter. Air limbah yang dihasilkan dari rumah tangga mencapai 27 miliar liter. Manusia memanen air untuk keperluan tertentu dan masa yang panjang.

“Air dapat dipanen secera efektif pada titik-titik tertentu dalam siklus hidrologi. Pemahaman mengenai siklus hidrologi akan membantu dalam menentukan teknik pemanenan yang akan digunakan, di samping pembuatan lubang biopori,” terang Wahyu.

Manusia bisa memanen air secara hidrologi, artinya air yang diolah yakni air hujan, aliran permukaan, air bawah tanah, dan evapotranspirasi, contohnya ladang jagung dapat menguapkan 26-38 ribu liter air/ha.

“Dengan cara hidrologi, contohnya air hujan, kita bisa mengolahnya dengan bantuan alat penampung air. Melaui talang air hujan, kemudian mengalir ke penampungan, yang sebelumnya telah dipasang saringan. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang, kita bisa memanen air,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Elemen Lingkungan (Elingan) Kabupaten Bandung Deni Ruswandani menyampaikan giat sosialisasi ini juga dalam rangka menginisiasi terbangunnya Situ Cimeumal di Kp Kiarapayung, Desa Banjaran Wetan, Kec Banjaran Kab Bandung, sebagai retensi air hutan dan destinasi wisata air.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]