Bale Bandung

Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Rancaekek-Dayeuhkolot

×

Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Rancaekek-Dayeuhkolot

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Monumen Pendiri Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Ir Soekarno di Gedung Rektorat IPDN, Jatinangor,, Sumedang, Senin (8/8/). by iwa/bbcom
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Monumen Pendiri Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Ir Soekarno di Gedung Rektorat IPDN, Jatinangor,, Sumedang, Senin (8/8/). by iwa/bbcom

SOREANG – Sehubungan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat yang akan dimulai Sabtu 17 September 2016, harus diantisipasi potensi kemacetan lalu-lintas saat Kirab Api PON memasuki sekitar wilayah tempat tinggal kita dan/atau kantor/perusahaan kita, sehingga kegiatan kita bersama tidak terganggu.

Nih, jadwal Kirab Api PON di Bandung Raya:

Kamis, 15 September 2016
Rombongan pembawa Api PON bergerak dari Cianjur menuju Kab. Bandung Barat (Kota Baru Parahyangan, Giant Toserba); selanjutnya menuju Cimahi terus ke Kabupaten Bandung melalui jalur Jalan Protokol Kelurahan Utama – Margaasih – Kutawaringin – Stadion si Jalak Harupat – Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) – Api PON disemayamkan semalam. Kegiatan ini akan dimulai pukul 08.00-17.00 WIB dilanjut malamnya ada Hiburan di Halaman GBS.

Jumat, 16 September 2016
Rombongan pembawa api PON bergerak dari Kabupaten Bandung (upacara serah terima api PON di Lapang Upakarti)..Soreang- Katapang- Margahayu Kopo..menuju ke Kota Bandung dengan terus berlari estafet dan finish di Gedung Sate). Kegiatan mulai jam 08.00 WIB sd selesai

Sabtu, 17 September 2016
Rombongan pembawa api PON bergerak dari Gedung Sate menuju Stadion Gelora Bandung Lautan API (GBLA) di Gedebage Kota Bdg. Presiden Jokowi direncanakan hadir membuka PON pukul 20.00 WIB.

Dijadwalkan pula Sabtu (17/9), Presiden Jokowi bakal blusukan berkunjung ke Desa Linggar, Kec Rancaekek dan Desa Cangkuangwetan Kec Dayeuhkolot tepatnya di Puskesmas Cangkuang. Kegiatan blusukan ini sambil membagikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)/Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT P) dengan sasaran balita gizi kurang, ibu hamil dan siswa SD. Sumber : Humas Pemkab Bandung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]