Bale Kota BandungPamong

Ridwan Kamil; Komplain Jalan Rusak Sudah Hilang

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Ridwan Kamil menghadiri kegiatan Bandung DBMP Festival di Jalan Ir. Soekarno, Minggu (18/9).xzxc
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Ridwan Kamil menghadiri kegiatan Bandung DBMP Festival di Jalan Ir. Soekarno, Minggu (18/9). by Meiwan Humas Pemkot Bandung.

BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Ridwan Kamil menghadiri kegiatan Bandung DBMP Festival di Jalan Ir. Soekarno, Minggu (18/9/16).

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain dalam laporannya menerangkan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi untuk menunjukkan wujud nyata dari karya dan kinerja DBMP selama ini. Ada tiga hal yang menjadi tanggung jawab DBMP, yakni pembangunan infrastruktur jalan, sumber daya pengairan, dan penerangan jalan umum.

Kegiatan ini berisi serangkaian acara. Pertama, DBMP Foto Challenge atau foto dengan latar belakang proyek-proyek yang dikerjakan DBMP Kota Bandung, yakni jalan, jembatan, trotoar, dan penerangan. Kedua, Lomba Dance dan Kabaret yang diikuti siswa dan peserta umum.

Wali Kota Bandung mengapresiasi kegiatan ini sebab infrastruktur adalah pondasi kebahagiaan warga Bandung saat ini. Prestasi DBMP dalam kontribusinya dalam meningkatkan kebahagiaan warga harus diapresiasi dan ditunjukkan kepada masyarakat.

“Rumus membangun kota itu jika infrastrukturnya baik, kotanya nyaman, urusan lancar, warganya bahagia. Sebenarnya se-simple itu aja,” ucap Ridwan dirilis Humas Pemkot Bandung. la menyatakan kualitas infrastruktur berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan warga. Untuk itu, Ridwan berupaya terus memperbaiki infrastruktur Kota Bandung sehingga menjadi yang terbaik se-Indonesia.

“Kita ingin menjadi kota yang infrastrukturnya terbaik se-Indonesia: infrastruktur jalan, infrastruktur lingkungan, sungai, dan infrastruktur perhubungan,” sebutnya.

Infrastruktur yang dibangun, kata dia, bertujuan untuk memfasilitasi aktivitas warga sesuai dengan kebutuhan dan hasil survei terhadap permasalahan di Kota Bandung. Pada tahun 2013, ia melakukan survei terhadap 5 masalah utama Kota Bandung. Hasilnya diperoleh bahwa kota ini paling bermasalah pada bidang banjir, jalanan rusak, kemacetan, pedagang kaki lima, dan sampah. Pada Desember 2015, Bappeda Kota Bandung kembali mensurvei. Hasilnya, masalah kota berkurang satu, jalanan rusak sudah tidak ada lagi.

“Saya sampaikan di akhir tahun 2015, komplain warga terhadap jalan yang rusak sudah hilang. Padahal di awal menjabat problem nomor satu itu jalan berlubang,” terang Ridwan.

Oleh karena itu, Ridwan terus memacu DBMP agar segera menuntaskan pekerjaan di sisa jabatannya yang tinggal 2 tahun ini. “Tahun ini ada 12 jalur yang diperbaiki gorong-gorong dan trotoarnya. Tahun depan sejumlah yang sama. Proyek istimewa tahun depan adalah revitalisasi satu kilometer Sungai Cikapundung dari jalan Lingkar Selatan sampai Soekarno Hatta,” ungkapnya.

Salah satu inovasi Kota Bandung yang dikelola DBMP yang paling diapresiasi oleh masyarakat adalah hadirnya Unit Reaksi Cepat (URC) di masyarakat. Sehingga kerusakan kecil pada infrastruktur dapat diatasi dengan cepat dan hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Sekarang reaksinya sudah cepat, tinggal kualitas nambalnya jangan gurunggusuh. Kualitas infrastruktur ini penting untuk dijaga. Tujuannya satu, membuat kota ini nyaman,” tegasnya.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close