Bale Bandung

Tahun 2018, Pemkab Beri Sanksi 21 Perusahaan

×

Tahun 2018, Pemkab Beri Sanksi 21 Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Kadis LH Kab Bandung Asep Kusumah menyerahkan berkas penerapan saksi paksaan pemerintah kepada PT.Idola Selaras Abadi Majalaya, di ruang rapat kantor DLH, Rabu (30/5/18). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Sebanyak 21 perusahaan penghasil limbah di Kabupaten Bandung, sudah menerima sanksi administrasi pada kurun waktu lima bulan, yakni dari Januari hingga Mei 2018. Penerapan sanksi tegas bagi perusahaan pembuang limbah sudah dilakukan bahkan sangat ketat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, pemerintah sudah sangat serius dalam menangani persoalan pencemaran lingkungan. Pihaknya sudah mencatat terdapat 26 pengaduan, 21 sanksi administrasi, 6 dipidana, 64 titik penutupan bypass, 35 usaha/ kegiatan ditutup pembuangan limbahnya dan sebanyak 21 perusahaan sudah membuat revitalisasi untuk Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Menurut Asep, ada kecenderungan kondisi yang menjadi penyebab masih terjadinya pencemaran limbah oleh beberapa perusahaan, walaupun tindakan tegas sudah diberikan, yakni kecenderungan anggapan bahwa pemerintah kurang tegas dan masih ada beberapa perusahaan nakal yang sembunyi-sembunyi melakukan pelanggaran.

“Sebetulnya kami sudah sangat serius menangani pencemaran, kami sudah mengupayakan pembinaan, pemantauan, mengajak para perusahaan limbah agar mentaati aturan. Karena di sisi lain, jika kami melakukan pembiaran, kami juga akan mendapatkan sanksi,” ungkap Asep Kusumah saat menyerahkan penetapan sanksi administratif paksaaan pemerintah kepada PT. Idola Selaras Abadi (ISA) di ruang rapat kantor DLH, Rabu (30/5/18).

Dia menyebutkan, sudah dua kali DLH menyerahkan sanksi dengan disaksikan aparat kewilayahan setempat, seperti Camat, Danramil, Kapolsek serya Kepala Desa. Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk menumbuhkan bagaimana fungsi sosial bisa berjalan di tengah masyarakat. Karena kata Asep yang seharusnya berteriak soal pencemaran lingkungan adalah masyarakat wilayah yang tercemar, RT, RW, kepala desa bahkan semua element wilayah harus melakukan fungsi sosial tersebut.

“Semuanya harus sejalan, intinya mari kita coba melakukan aksi nyata, kalau mungkin banyak hal yang bisa kita temukan bersama-sama. Apalagi sekarang terbantu oleh kehadiran Satgas Citarum Harum. Sudah ada 270 saluran siluman ditutup, 21 paksaan pemerintah dan 80 sanksi administrasi lainnya kita keluarkan. Secara kemampuan kita sudah maksimal, tapi tetap masih butuh pengawasan dari masyarakat, terlepas dari dinamika industri yang ada,” papar Asep didampingi Dansektor IV Satgas Citarum Harum Kustomo.

Menurut Asep, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah penanganan. Namun diakui masih ada perusahaan yang masih melakukan pelanggaran dan pada hari ini lanjutnya aparat wilayah hadir tidak lengkap dan hanya mewakilkan saja untuk menyaksikan penyerahan berkas penerapan sanksi.

“Beberapa perusahaan sudah melanggar komitmen juga aturan yang berlaku. Maka saya pastikan, untuk perusahaan yang masih tidak mengindahkan teguran administratif yang kami layangkan seperti surat peringatan dan surat paksaan pemerintah sebelumnya, akan ada tindakan serupa,” tandasnya.

Sesuai arahan Bupati Bandung, kata Asep, bahwa semua pelaku usaha sudah diberikan hak nya untuk berusaha secara sah di Kabupaten Bandung. Sehingga selanjutnya, harus tumbuh kesadaran dan integritas yang kuat dari perusahaan, untuk memenuhi kewajiban khususnya dalam pengelolaan limbah.

“Saya sarankan agar perusahaan memperhatikan teguran administatif yang dilayangkan DLH, karena surat peringatan, teguran tertulis, dan paksaan pemerintah akan berimplikasi pada tindakan pidana,” ucapnya.

Sementara berkaitan dengan langkah penanganan pembuangan limbah langsung ke Sungai Citarum, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penaatan Hukum Lingkungan DLH Endang Widayati menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan pelanggaran tersebut.

“Pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan diantaranya dikarenakan inkosistensi pengelolaan. Padahal instrumen sudah ada yakni melalui dokumen lingkungan dan perizinan lainnya. Inkosistensi diantaranya terjadi dari pemilik, manajemen, atau operator,” kata Endang.

Alasan diberikannya sanksi paksaan pemerintah pada PT. Idola Selaras Abadi kali ini jelas Endang, karena PT. ISA diketahui membuang air limbah secara langsung ke media lingkungan, sementara kapasitas IPAL belum memadai untuk limbah yang melebihi kapasitas.

“Dalam jangka waktu yang ditentukan untuk pelaksanaan pemenuhan sanksi adminstratif paksaan pemerintah, PT. ISA harus melakukan pengolahan air limbah melalui IPAL, sehingga air yang nantinya dibuang ke sungai Citarum memenuhi baku mutu, paling lama satu bulan dan menghentikan kegiatan yang menghasilkan air limbah melebihi kapasitas IPAL paling lama dua hari serta mengajukan izin pembuangan air limbah ke badan air paling lama satu bulan,” jelas Endang.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, alur penindakan bagi pencemaran lingkungan oleh perusahan, diawali dari pengaduan dan informasi masyarakat atau hasil pengawasan, kemudian diperiksa langsung ke tempat terjadinya pencemaran untuk ditindaklanjuti.

“Setelah itu kita lakukan pengawasan dan pembinaan, dilajutkan dengan verifikasi lapangan. Jika terdapat pelanggaran maka diberikan sanksi admnistrasi dan jika masih tidak mempan dan terus melanggar, maka akan dikenakan langkah hukum seperti pidana maupun administratif,” tegas Endang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT.Idola Selaras Abadi Sugianto mengaku siap untuk menjalankan komitmen memenuhi sanksi paksaan pemerintah secepatnya, sesuai arahan dan prosedur aturan yang disarankan oleh DLH Kabupaten Bandung.

“Saya siap berkomitment untuk terus memperbaiki kesalahan dalam pengolahan air limbah. Karena ini akan berdampak pada moral dan sosial masyarakat yang tinggal di sekitar sungai. Perusahaan saya perusahaan clear, kami akan menerima sanksi, menjalankan dan mengintropeksi manajemen pengolahan air limbah, mohon pihak Pemkab Bandung bisa memberikan waktu untuk kami melakukan perbaikan dengan maksimal,” ujar Sugianto didampingi Manager general Affair PT.ISA Edi Wahyudi.

Pada kesempatan itu turut hadir Dansektor IV Citarum Harum, perwakilan dari unsur Kecamatan Majalaya, Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah Satpol PP serta unsur Koramil. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), khususnya dalam penataan jaringan utilitas telekomunikasi dan implementasi ducting. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mempertanyakan masih ditemukannya kabel telekomunikasi yang melintang dan tidak tertata dan semrawut, sementara Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi yang mengatur pipa bersama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Bandung Angkatan XV diduga diwarnai praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik terhadap peserta. Dugaan tersebut disampaikan salah seorang orang tua peserta berinisial Yn warga Kabupaten Bandung. Kepada balebandung.com, Yn mengaku anaknya mengalami trauma setelah mengikuti Diklatsar yang berlangsung sekitar setahun […]