Bale Bandung

Tak Punya Biaya, Usus Yusa Dibungkus Plastik

×

Tak Punya Biaya, Usus Yusa Dibungkus Plastik

Sebarkan artikel ini

img-20161009-wa015RANCAEKEK – Bocah Yusa Al Faridzi harus menjalani hidup dengan penuh rasa sakit sejak satu tahun terakhir. Bocah 6 tahun itu divonis dokter menderita kebocoran pada bagian usus. Usus Yusa menonjol ke luar dari tubuh, sehingga harus dibungkus dengan plastik makanan karena tak punya biaya berobat.

Orang tua Yusa, Dede Suherman dan Rohaeti tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi. Tak ayal, kondisi Yusa dibiarkan begitu saja.

“Awalnya Yusa hanya mengeluh sakit perut sekitar Januari 2016. Namun, sejak seminggu diperiksakan dan diberi obat, kondisi Yusa tak mengalami perubahan,” kata Rohaeti saat ditemui di rumah orangtuanya di Kampung Karapiak RT 03/02, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/10/16).

Rohaeti menuturkan, perut Yusa semakin hari makin membuncit. Kemudian kedua orang tuanya memutuskan untuk membawa lagi ke dokter. Namun dokter merujuk Yusa untuk dibawa ke RSUD Cicalengka.

Setelah dirawat selama seminggu di RSUD Cicalengka, kondisi Yusa pun masih sama. Justru semakin parah. Dokter di rumah sakit tersebut memvonis jika usus Yusa bocor. Akhirnya Yusa di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dioperasi

“Setelah dioperasi, memang usus Yusa dikeluarkan terlebih dahulu dari perutnya. Hal itu dilakukan, agar dokter yang menanganinya mengetahui kondisi usus Yusa pasca dioperasi,” ujarnya.

Setelah satu bulan, tepatnya pada bulan Februari dirawat di ruang Kemuning RSHS, kondisi usus Yusa sudah membaik. Namun, Yusa justru memiliki penyakit lain, yakni asma.

Setelah melakukan kontrol, operasi tahap kedua untuk memasukkan ususnya pun harus segera dilakukan. Namun, karena terkendala biaya, akhirnya operasi urung dilakukan.

Kedua orang tuanya pun harus menyicil sisa biaya perawatan Yusa senilai sekitar Rp 18 juta dengan 10 kali cicilan. Jatuh temponya hingga Desember 2016.

“Udah enggak punya biaya lagi. Kesana saja pakai SKTM. Suami saya kerja serabutan engga tentu itu juga. Saya juga sama. Waktu itu totalnya Rp 32 juta. Dapat dari SKTM Rp 5 juta dan biaya pribadi Rp 6,5 juta. Itu saja minjam sana sini,” cetus dia.

Kini, sudah lebih dari enam bulan Yusa harus menjalani kehidupannya tanpa pengobatan dan kontrol. Plastik yang digunakan membungkus perut Yusa pun terpaksa harus memakai plastik bening kiloan makanan.

Kedua orang tuanya tak mampu membeli harga plastik Kalostomi yang khusus digunakan untuk membungkus organ dalam yang berada di luar tubuh. “Sehari setidaknya harus tiga kali ganti (plastik). Sekarang ususnya makin besar, kadang suka mengeluarkan darah dan sakit,”ucapnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Bandung Angkatan XV diduga diwarnai praktik perpeloncoan dan kekerasan fisik terhadap peserta. Dugaan tersebut disampaikan salah seorang orang tua peserta berinisial Yn warga Kabupaten Bandung. Kepada balebandung.com, Yn mengaku anaknya mengalami trauma setelah mengikuti Diklatsar yang berlangsung sekitar setahun […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Bazar UMKM Kodam III/Siliwangi yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI langsung dipadati warga. Sejak pagi, masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya berdatangan ke Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, bahkan sebelum bazar resmi dibuka. Salah satu daya tariknya adalah harga produk yang ditawarkan lebih rendah dibanding harga pasar. Di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Musim kemarau 2026 membawa peningkatan risiko kebakaran di Kabupaten Bandung. Dalam paparan data penanganan kebakaran 2026 yang disampaikan pada rapat koordinasi rutin bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung M. Toha, Soreang, Selasa (22/9/2026), tercatat 577 kejadian kebakaran dengan luas area terdampak mencapai 47,61 hektare. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau akrab disapa […]

Bale Bandung

BANDUNG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Linggaria Festival Hari Kedua tidak hanya diisi tausiah dan penyerahan santunan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengaitkan momentum Maulid dengan makna kemerdekaan dan tanggung jawab sosial umat. Yusuf menyampaikan hal itu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 […]

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri kegiatan Wakaf Al-Qur’an bersama International Networking for Humanitarian (INH) dan perwakilan lembaga kemanusiaan dari Turki di Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2, Jalan Mahmud in Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih,Kabupaten Bandung, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com — Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung menilai Linggaria Festival 2026 tidak sekadar menjadi panggung hiburan warga. Festival yang digelar di Jalan Pancasila, Kampung Cipasir RT 03/RW 09, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek itu dinilai menjadi ruang untuk melestarikan kebudayaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Ismail Danuningrat (Agis) menyampaikan hal tersebut […]