Bale Bandung

Wabup: Ideologi Bangsa Bukan untuk Dihapal

×

Wabup: Ideologi Bangsa Bukan untuk Dihapal

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan. Foto: Humas Pemkab Bandung
Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan. Foto: Humas Pemkab Bandung

SOREANG, Balebandung.com – Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan mengimbau seluruh masyarakat untuk menghayati, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan keragaman dan perbedaan suku, agama dan ras di Indonesia, ucapnya, hanya ideologi bangsa lah yang bisa mempersatukan keragaman tersebut.

Hal itu disampaikan wabup, usai bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti Soreang, Kamis (1/10/2020).

“Pancasila jangan hanya diketahui oleh ‘barudak jaman baheula’ saja, ‘kids jaman now’ juga harus tahu. Mulai dari bagaimana pembuatannya, perumusannya, sampai apa yang terjadi di balik peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini. Dan ideologi bangsa ini bukan hanya untuk dihapal saja,” ucapnya.

Pentingnya pengenalan, pemaknaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai ideologi bangsa, tutur Gun Gun, adalah sebagai upaya membentenginya dari pihak-pihak yang ingin merusak atau mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

“Menjaga Pancasila bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum saja, tapi seluruh elemen masyarakat bangsa ini. Jangan sampai di masa mendatang, anak cucu kita tidak tahu bagaimana sejarah ideologi bangsanya sendiri,” imbuh Gun Gun.

Sementara itu di tempat yang sama, Dandim 0624 Kabupaten Bandung Donny Ismuali Bainuri menyampaikan, bahwa bahaya laten ideologi yang ingin menggantikan Pancasila, bisa muncul setiap saat.

“Oleh karenanya kita tidak boleh lengah. Apabila pegangan kita terhadap ideologi Pancasila melemah dan goyah, ancaman ideologi lain akan muncul  dan bisa mempengaruhi bangsa ini,” tegas Dandim 0624.

Menyikapi kemungkinan munculnya ancaman tersebut, pihaknya sebagai bagian dari TNI, senantiasa waspada dan mengantisipasi potensi-potensi yang dapat memicu munculnya ideologi lain yang dapat mengancam Pancasila.

“Tanggal 1 Oktober ini merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia, agar selalu memegang teguh Pancasila dan mewaspadai ancaman ideologi lain,” pungkas Donny. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]