Bale Bandung

2019 Kab Bandung Targetkan Swasti Saba Wistara

×

2019 Kab Bandung Targetkan Swasti Saba Wistara

Sebarkan artikel ini
Asda II Kab Bandung Marlan menerima cinderamata dari Ketua Forum Kabupaten Sehat Kepulauan Selayar Andi Dwiyanti Musrifah di Rumjab Bupati Kep Selayar, Kamis (22/12).
Asda II Kab Bandung Marlan menerima cinderamata dari Ketua Forum Kabupaten Sehat Kepulauan Selayar Andi Dwiyanti Musrifah di Rumjab Bupati Kep Selayar, Kamis (22/12).

SELAYAR – Tim kunjungan kerja Kabupaten Bandung Sehat berbagi teknik dan strategi dengan tim Kabupaten Sehat Kepulauan Selayar di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawewi Selatan, untuk meraih Swasti Saba atau penghargaan Kabupaten Sehat, Kamis (22/12/16).

Kedua daerah saling sharing pengalaman dalam meriah predikat kabupaten sehat dari Kementerian Kesehatan. Kabupaten Kepulauan Selayar membeberkan proses kerja kerasnya untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, penghargaan kategori tertinggi di tingkat nasional yang telah diraih dalam dua tahun terakhir berturut-turut. Kabupaten kepulauan ini pun memenuhi 9 tatanan yang disyaratkan.

Sedangkan, tim Kabupaten Bandung Sehat memberondong Kabupaten Kepulauan Selayar dengan berbagai pertanyaan mengenai cara Selayar meraih penghargaan tersebut. Sharing pun berlangsung dengan penuh diskusi dan pencapaian solusi.

Asisten Daerah II Kabupaten Bandung, Marlan, yang juga menjadi ketua tim kunjungan kerja tersebut, mengatakan Kabupaten Bandung pun pernah meraih Swasti Saba Wistara pada 2007. Namun sejak itu, Kabupaten Bandung tak pernah mendapat penghargaan tersebut sampai 2013 dan akhirnya pada 2015 mendapat peringkat Padapa.

“Kunjungan ini untuk menambah wawasan kami supaya pada 2019, targetnya kami mendapat Swasta saba Wistara lagi. Dan memang dari 22 kabupaten kota yang mendapat Wistara, Selayar lah yang paling sempurna Wistara-nya,” kata Marlan dalam sambutannya.

Rombongan Kabupaten Bandung ini disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali saat tiba di Bandara Aloepo Kab Kep Selayar. Sedangkan istri bupati Andi Dwiyanti Musrifah dan Sekda Kepulauan Selayar Marjani Sultan bergabung bersama rombongan Kabupaten Bandung dalam acara sharing.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Dwiyanti mengatakan kunci keberhasilan Kab Kep Selayar adalah komitmen jelas dan berkelanjutan yang dikerjakan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan.

“Ini karena masyarakat sangat aktif berpartisipasi. Anggota Forum Kabupaten Sehat Kepulauan Selayar sebanyak 210 orang. Dan kami memiliki pokja sehat sampai tingkat kelurahan dan desa, termasuk posyandu. Kami merintisnya sejak 2010,” beber Dwiyanti.

Sekda Kepulauan Selayar mengatakan dorongan pemerintah kepada Forum Kabupaten Sehat Kep Selayar sangat tinggi. Bukan sekedar untuk meraih prestasi, namun juga untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan warganya.

“Tahun ini kami anggarkan Rp 500 juta untuk Forum Kabupaten Sehat Kepulauan Selayar. Angka ini kami anggap sangat besar,” kata Marjani.

Dengan meningkatkan taraf kesehatan warganya, imbuh sekda, Selayar pun bisa jadi tujuan wisata yang kian nyaman dikunjungi. Terlebih, Selayar memiliki kekayaan alam lautan yang berlimpah.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan berkeliling Pulau Selayar untuk mengunjungi beberapa lokus yang menjadikan kabupaten ini mendapat penghargaan tertingi di bidang kesehatan. Mereka mengunjungi bank sampah dan tempat daur ulang sampah, rumah posko kesehatan, tempat wisata sehat, sekolah sehat dan terminal sehat.

Kabupaten Kepulauan Selayar berpenduduk sebanyak 130.199 jiwa. Secara administratif terdiri atas 11 kecamatan, yakni lima kecamatan berupa kepalauan, dan 6 kecamatan berupa daratan. Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki 132 pulau di mana 87% wilayahnya berupa kepulauan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]