Bale Bandung

KDS: Ponpes Al-Husaeni Lahirkan Kader Bangsa hingga Tingkat Nasional

×

KDS: Ponpes Al-Husaeni Lahirkan Kader Bangsa hingga Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Ponpes Al-Husaeni Ciheulang, Kec Ciparay, Minggu (15/6/26).

CIPARAY, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan Pondok Pesantren Al-Husaeni Lebakbiru, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, telah menjadi salah satu pesantren bersejarah yang melahirkan kader-kader terbaik bangsa hingga tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan KDS saat menghadiri Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Husaeni di Ciparay, Minggu 15 Juni 2026.

Menurut KDS, keberadaan pesantren yang telah berusia lebih dari satu abad itu tidak hanya berperan dalam mencetak generasi berilmu agama, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pesantren Al-Husaeni telah membentuk dan melahirkan santri-santri yang menjadi tokoh hingga di tingkat nasional. Mudah-mudahan hal itu bisa diikuti oleh para santri dan santriwati yang hari ini sedang menimba ilmu di pesantren,” kata KDS.

Ia mengajak para santri untuk terus belajar dan membangun karakter serta akhlak yang baik sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa.

“Saya yakin santri dan santriwati yang sedang mondok hari ini akan menjadi penerus bangsa dan negara. Semua itu diawali dengan karakter dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengenang hubungan historisnya dengan Desa Ciheulang dan almaghfrullah almarhum KH Asep Jamaludin. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada masyarakat.

“Bermula dari Ciheulang saya menjadi kepala desa. Berangkat dari Ciheulang pula, alhamdulillah hari ini saya dipercaya menjadi Bupati Bandung hingga periode kedua. Ciheulang memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan pengabdian saya,” katanya.

KDS menilai Desa Ciheulang dan Ponpes Al-Husaeni menjadi bagian dari sejarah kebangkitan masyarakat Kabupaten Bandung melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Pada kesempatan itu, KDS menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus berkomitmen mendukung keberadaan pesantren dan para tokoh agama. Menurutnya, perhatian kepada guru ngaji, pesantren, dan ulama akan tetap menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah tidak akan berhenti melakukan berbagai upaya perbaikan. Pada periode kedua ini kami tetap konsisten memberdayakan tokoh agama dan memuliakan ulama,” tegasnya.

Pondok Pesantren Al-Husaeni sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Bandung. Cikal bakal pesantren tersebut dimulai sekitar tahun 1919 ketika KH Husen bersama istrinya Hj Rukiyah menyelenggarakan pengajian di Dusun Ciheulang. Seiring bertambahnya jumlah santri, kegiatan tersebut berkembang menjadi pondok pesantren yang kemudian diberi nama Al-Husaeni pada 1940 untuk mengenang jasa KH Husen.

Hingga kini, pesantren yang menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, hingga SMA tersebut telah mendidik ribuan santri dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi. Sistem pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dan pendidikan formal menjadi salah satu kekuatan Al-Husaeni dalam mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

KDS berharap Ponpes Al-Husaeni terus menjadi pusat kaderisasi umat dan melahirkan generasi yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara.

“Doakan para santri menjadi generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah tujuan besar pendidikan pesantren,” kata KDS.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]