Bale Bandung

Menyelami Alam Seni Jelekong

×

Menyelami Alam Seni Jelekong

Sebarkan artikel ini
by indonesiakreatif.bekraf.go.id/iknews
by indonesiakreatif.bekraf.go.id/iknews

BALEENDAH – Sejak 2011, Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) mengadakan program reguler residensi untuk seniman Indonesia. Dalam setiap periode residensi, SSAS mengundang 3 – 4 seniman muda yang diharapkan dapat mengembangkan gagasan/konsep yang baru melalui lokakarya didukung dengan beberapa fasilitator yang berperan sebagai rekan diskusi.

Tajuk transit dipilih untuk melandasi sebuah filosofi “persinggahan sementara” bagi seniman-seniman terpilih untuk menuju proses kekaryaan yang lebih matang.

Pada perkembangannya, transit memiliki beberapa tujuan yang khas. Pertama, program residensi ini dapat menyebarkan pengetahuan kesenirupaan kepada seniman-seniman di luar pusat seni rupa di Indonesia. Melalui transit, beberapa seniman yang berada di luar pusat seni rupa itu dapat mendapatkan pengalaman kekaryaan yang baru serta mendapatkan pengetahuan wacana dan teknik seni rupa kontemporer. Selain itu transit juga mampu mengakomodasi keberadaan seniman yang memiliki kecenderungan kekaryaan yang berbeda, yang selama ini masih belum mendapatkan perhatian dari medan seni rupa kontemporer.

Jelekong adalah sebuah kelurahan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Sejak lama kawasan ini terkenal sebagai sentra lukisan. Banyaknya pelukis yang berdiam di sana membuat daerah ini sering dikunjungi wisatawan serupa dengan daerah-daerah sentra lukisan lain seperti Ubud, Gianyar dan Sokaraja, Banyumas. Pernah suatu masa, Jelekong ditinggali tak kurang dari 600 pelukis yang menyebarkan karya-karyanya tidak hanya di Jelekong, melainkan juga di tempat lain.

Jika disebut genre, lukisan Jelekong memilki sebuah ciri khas yakni menggambarkan pemandangan, dan secara khusus menampilkan objek gunung, sawah, sungai dan pepohonan disertai petani dan kerbau yang sedang beraktivitas di sawah. Lukisan Jelekong dalam beberapa hal menggambarkan suasana khas pemandangan elok bumi Priangan. Genre lukisan ini disebut Mooi Indie yang sudah hadir di Indonesia sejak abad ke-19. Dipercaya sejumlah pelukis Belanda yang mengajarkan teknik dan penggambaran seni lukis ini ke beberapa orang pribumi dan menyebar secara cepat menjadi bagian dari komoditas pariwisata.

Lanskap Alam Komunitas Jelekong
Komunitas perupa Jelekong sudah berdiri sejak 1970-an, dipelopori oleh mendiang Odin Rohidin, berkiblat pada seni lukis lanskap alam. Karya-karya dari Jelekong diproduksi untuk kepentingan dekorasi ruangan, dijual dalam jumlah banyak, dengan harga terjangkau dan tidak dijadikan instrumen investasi. Seiring waktu, perkembangan kekaryaan di komunitas perupa Jelekong mencakup genre yang lebih luas: alam benda, binatang dan seni abstrak. Para perupa di Jelekong terbagi menjadi: mereka yang mengerjakan bisnis lukisan secara paruh waktu—sambil mengerjakan bisnis lain—dan purnawaktu, mengerjakan bisnis ini sepenuhnya. Kelompok yang pertama ini dapat disebut sebagai “Jelekong Klasik”.

Namun di sisi lain, ada juga perupa-perupa lain—yang bekerja paruh waktu—yang menyisihkan waktu untuk melakukan eksperimen kekaryaannya secara mandiri. Walaupun masih mengerjakan lukisan pesanan untuk mencari nafkah, mereka menggunakan waktu luangnya untuk berkarya secara mandiri dan mulai membangun reputasi sebagai seniman. Perupa-perupa ini memiliki perhatian khusus pada perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia terkini, meluangkan waktu untuk melakukan apresiasi dan mengikuti pameran sehingga memiliki rekam jejak yang tercatat dengan jelas. Mereka sudah mulai melihat dunia seni rupa sebagai dunia dengan potensi karir yang spesifik. Kelompok kedua ini dapat disebut sebagai “Jelekong Kontemporer”.

Walaupun keduanya sama-sama profesional, dua kelompok ini memiliki medan sosial dan kultur industri yang berbeda satu sama lain. Dalam industri Jelekong klasik, rantai distribusi adalah: perupa-pengepul-pasar (non investasi)-kolektor. Dalam kasus Jelekong kontemporer, rantai distribusinya adalah: perupa-kurator-artspace/galeri/museum-pasar (investasi)-kolektor/investor. bekraf.go.id

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]