Bale Bandung

Bupati Bandung Sepakat PMP Diajarkan Kembali

×

Bupati Bandung Sepakat PMP Diajarkan Kembali

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip memberikan penghargaan kepada Setia Rusmana, S.Pd.I sebagai Guru Honorer Berdedikasi pada upacara HUT Korpri, Hari Guru Nasional, Hari Kesehatan, Hari Bhakti PU dan HUT PGRI di Lapangan Upakarti Soreang, Kamis (29/11/18). by Humas Pemkab
Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip memberikan penghargaan kepada Setia Rusmana, S.Pd.I sebagai Guru Honorer Berdedikasi pada upacara HUT Korpri, Hari Guru Nasional, Hari Kesehatan, Hari Bhakti PU dan HUT PGRI di Lapangan Upakarti Soreang, Kamis (29/11/18). by Humas Pemkab

SOREANG – Bupati Bandung Dadang M Naser mendukung penuh langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan mengajarkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah-sekolah. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menanamkan Pancasila dan mencegah paham radikalisme di Indonesia.

“Saya setuju PMP itu diajarkan lagi ke siswa. Ideologi perlu ditanamkan melalui Pancasila dan Pancasila sudah final,” tandas bupati kepada wartawan di Soreang, Jumat (30/11/18).

Menurutnya, untuk mengantisipasi ideologi yang datang dari negara lain, maka ideologi Pancasila harus ditanamkan dengan baik sejak dini kepada siswa. Terkait mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sudah ada, menurutnya hal itu bisa dikombinasikan dengan PMP.

“PKN dan PMP bisa diatur agar tidak tumpang tindihmateri,” ungkapnya. Dia mengatakan, PKN bisa lebih fokus membahas tentang ketatanegaraan dan PMP ke masalah ideologi Pancasila.

Dadang menambahkan mata pelajaran PMP ke depan diharapkan mengajarkan tentang moral dan karakter. Termasuk diantaranya mengajarkan toleransi dan cinta damai.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana memunculkan kembali pelajaran PMP. Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy saat ini PMP sedang dalam pengkajian dan perlu ada hal yang diperbarui dari mata pelajaran tersebut. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]