Bale Bandung

Sanitasi Layak Kabupaten Bandung Di Atas Rata-rata Jabar

×

Sanitasi Layak Kabupaten Bandung Di Atas Rata-rata Jabar

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang M Naser
Bupati Bandung Dadang M Naser

SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, target bersih sampah 2020 dan realisasi program 100-0-100, dengan adanya situasi covid-19 ini sulit tercapai. Untuk itu target bersih sampah mundur menjadi tahun 2025.

Demikian pula program 100-0-100 dari pusat, yaitu program menuju pemenuhan 100% akses layak air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak, cukup berat direalisasikan.

“Meski demikian, alhamdulillah Kabupaten Bandung mendapatkan apresiasi. Karena pemenuhan sanitasi layak kita tinggal 17%, masih di atas rata-rata Jawa Barat (Jabar) dan nasional. Untuk masalah sampah, penanganannya cukup berat mengingat belum ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) nya,” ucap Bupati Dadang Naser usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencapaian Akses Sanitasi Tahun 2020-2024 di Gedung Mohamad Toha Soreang, Rabu (14/10/2020).

Ia menerangkan, pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah cukup maksimal. “Selain terhambat pandemi, belum selesainya TPA Legok Nangka juga menjadi alasan sulitnya mengelola sampah. Sedangkan daya angkut ke TPA Sarimukti terbatas, karena jaraknya cukup jauh,” tutur bupati.

Ada dua teknologi yang menjadi alternatif pengelolaan sampah. “Tadi dalam rapat dikemukakan teknologi pengelolaan sampah yang sudah digunakan di Cilacap, nanti kita lihat seperti apa. Satu lagi yaitu stungta, disiapkan oleh Pindad. Kalau per kecamatan punya satu stungta, masalah sampah bisa diselesaikan di kecamatan,” ujarnya pula.

Mengelola sampah dan sanitasi yang layak, lanjutnya, memerlukan sinergitas antar stakeholder. Juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami senantiasa berkomitmen terhadap capaian target sanitasi yang ditetapkan, salah satunya dengan penguatan program Sabilulungan Raksa Desa Bandung 1000 Kampung. Namun demikian, baik dalam pengelolaan sampah dan sanitasi itu perlu kebersamaan, harus dikelola dengan baik oleh semua unsur. Seluruh dinas harus terlibat dan hilangkan ego sektoral,” imbuh Dadang Naser.

Sementara dalam kesempatan Rakor, Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar Lucky Ruswandi Sumanang, mengapresiasi pencapaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Menurut penilaian kami, ada tiga hal yang sampai saat ini Kabupaten Bandung termasuk yang tinggi. Pertama mengenai komitmennya sudah bagus dari sisi peraturan, payung hukum dan sebagainya. Yang kedua adalah kinerjanya, hampir semua komponen sudah di atas rata-rata Jabar, baik dari BABS, pengelolaan sampah dan sebagainya. Yang ketiga adalah respon, semua program pemprov Jabar direspon dengan bagus sehingga kami senantiasa mendorong, termasuk pendampingan dalam rakor ini,” terang Lucky yang juga mewakili Pokja Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jabar.

Ia juga menyampaikan, bahwa Jabar akan memiliki Badan Pengelola Metropolitan Bandung. Di mana isu yang ditangani badan tersebut, di antaranya adalah isu sanitasi, air minum, transportasi publik dan lahan kritis.

“Mudah-mudahan dengan adanya badan ini, melalui sub bidang-bidangnya, menjadi solusi atas permasalahan kewenangan yang selama ini sering berbenturan, termasuk permasalahan di perbatasan wilayah. Dengan badan ini juga lebih leluasa dalam mengembangkan usaha, bagaimana kerjasama dengan swasta maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” pungkas Lucky. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]