Bale Bandung

Kab Bandung Peringkat Pertama Kepatuhan Protkes

×

Kab Bandung Peringkat Pertama Kepatuhan Protkes

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Kab Bandung Tisna Umaran. by Humas Pemkab
Pj Sekda Kab Bandung Tisna Umaran. by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandung.com – Dalam rentang tanggal 25 hingga 31 Januari 2021, Kabupaten Bandung menduduki peringkat pertama tingkat kepatuhan kabupaten/kota di Jawa Barat dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dengan skor 92,96. Sementara tingkat kepatuhan memakai masker, juga dengan skor 92,96, wilayah yang dipimpin Bupati Dadang Naser itu menduduki peringkat kedua di bawah Kota Cimahi yang meraih skor 95,4.

Semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 hingga 25 Januari 2021, Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengeluarkan laporan mingguan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes), yang dapat diakses melalui laman Bersatu Lawan Covid-19.

“Dari minggu pertama sampai minggu ketiga berakhirnya PPKM Tahap I, tingkat kepatuhan masyarakat kita terus mengalami peningkatan. Ini ada korelasi juga dengan kembalinya Kabupaten Bandung ke zona oranye, di mana kita sempat masuk zona merah pada minggu kedua,” terang Bupati Dadang Naser di Soreang, Rabu (3/2/21).

Pada minggu pertama PPKM, yaitu tanggal 11 hingga 17 Januari 2021, skor kepatuhan dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan yaitu 84,27. Kemudian, pada minggu kedua (18-24 Januari 2021) berada di angka 90,47. Sementara tingkat kepatuhan dalam memakai masker, juga terus meningkat tiap minggunya, yaitu 85,51 (11-17 Januari) dan 90,5 (18-24).

“Kita tidak perlu melihat, berada di zona apa kita saat ini. Yang paling penting, terus tingkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” tutur bupati.

Dadang Naser mengajak seluruh pihak, untuk bersama-sama berupaya menyadarkan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir.

“Bila kita dalam kondisi sakit, jangan memaksakan diri keluar rumah. Covid bisa menyerang siapa pun, apalagi terhadap orang yang imunnya sedang lemah, atau punya komorbid (penyakit bawaan). Termasuk saat kita sehat pun kita bisa terpapar. Bisa jadi imun kita kuat, tapi belum tentu dengan orang-orang yang kita sayangi di rumah. Karena itu mari kita sama-sama sadar diri, tingkatkan kedisiplinan menjaga protokol kesehatan,” tutur Dadang.

Baca Juga  Gerakan Satapok; “Hulu Menanam Hilir Peduli”

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengimbau aparat kewilayahan, untuk bersama-sama berperan aktif sebagai salah satu unsur Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah.

“Ketika berbicara satgas, kita tidak bisa hanya mengandalkan satgas tingkat pusat atau kabupaten kota. Pemerintah kecamatan pun merupakan bagian dari satgas. Bahkan untuk mengefektifkan penanganan covid di kewilayahan, ada satgas tingkat desa, RW hingga tingkat paling bawah yaitu RT,” ujar Tisna yang juga selaku Ketua Harian Satgas Kabupaten Bandung.

Gencarnya gerakan yang dilakukan satgas di tingkat desa maupun tingkat di bawahnya, akan semakin mempermudah penanggulangan dari petugas kesehatan saat ada warga terkonfirmasi positif.

“Saat ini klaster keluarga merupakan penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung. Pemerintah yang paling dekat dengan keluarga, tentunya di tingkat RT. Mereka yang paling tahu aktivitas warganya, siapa saja yang bergaul dengan warga yang terkonfirmasi positif, dan bagaimana mobilitasnya,” tutur Tisna Umaran.

Peran satgas di tingkat bawah, kata sekda, tentunya bukan hanya mendata ketika ada warganya yang terkonfirmasi positif. Melainkan ikut mengawasi, saat warga tersebut melakukan isolasi mandiri.

Bagi orang yang sudah terpapar namun tidak bergejala (OTG), imbuh dia, sebaiknya melakukan isolasi mandiri. Karena tempat isolasi di rumah sakit, maupun yang disediakan di BLK (Balai Latihan Kerja) Baleendah tentu memiliki keterbatasan daya tampung.

“Nah, saat isolasi mandiri ini siapa yang mengawasi? Tidak mungkin nakes (tenaga kesehatan) bisa memantau secara penuh. Selain menangani pasien di tempat isolasi yang kita sediakan, mereka saat ini juga dihadapkan dengan berjalannya program vaksinasi. Tentu personil akan semakin terbatas. Jadi selain kedisiplinan warga yang tengah melakukan isolasi mandiri, juga diperlukan pengawasan dari orang di sekitarnya, yaitu pemerintah di tingkat paling bawah,” tutup Tisna.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung dipermasalahkan orang tua siswa karena menu yang dihidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga rawan keracunan. Kekhawatiran ortu siswa ini cukup beralasan mengingat banyaknya kasus keracunan yang beredar luas di media massa maupun media sosial dengan korban ribuan […]

Bale Bandung

BOJONGSOANG, balebandung.com – Memperingati Satu Abad Hari Lahir NU (Masehi) yang jatuh pada 31 Januari 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang bendera NU maupun bendera Banom NU, di tiap sekretariat seluruh tingkatan dan pondok pesantren maupun lembaha pendidikan NU mulai Kamis 29 Januari hingga Minggu 1 Februari […]

Bale Bandung

SOREANG – Polresta Bandung melalui Unit III Ranmor telah melaksanakan Tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dalam perkara tindak pidana pengrusakan yang terjadi di wilayah Pangalengan. Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara menyebut sebanyak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemkab Bandung mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bandung. Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.9.9/002/0197/BPBD tentang Peringatan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bandung. Surat edaran ini […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Pemkab Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan penetapan Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kabupaten Bandung berhasil meraih nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko Indeks (MRI) tertinggi se-Jawa Barat. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Deputi BPKP Nomor PE.09.04/S-456/D4/04/2025 tanggal […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M Akhiri Hailuki mengimbah warga Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam terutama longsor. Hal ini ia sampaikan mengingat curah hujan yang masih tinggi belakanganini. “Saya harap warga Kabupaten Bandung khusunya yang tinggal di kawasan perbukitan harus meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrim masih berlanjut. Apalagi jika […]