Bale Bandung

Bupati Akui Masalah Lingkungan Paling Berat

×

Bupati Akui Masalah Lingkungan Paling Berat

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Naser berhalal bilhalal bersama PNS Pemkab Bandung di Bale Rame Soreang, Senin (11/7). ist
Bupati Bandung Dadang Naser berhalal bilhalal bersama PNS Pemkab Bandung di Bale Rame Soreang, Senin (11/7). ist

SOREANG – Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, M.Ipol meminta seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bandung bisa jadi teladan bagi warga Kabupaten Bandung. Keteladanan tersebut salah satu contohnya dalam hal menumbuhkan kedisplinan untuk menjaga lingkungan. Bupati mengakui dari sejumlah misi pembangunan yang diusung Pemkab Bandung, persoalan lingkungan masih dianggapnya paling berat dalam mengatasinya.

“Terutama dalam masalah sampah. Perlu kesadaran, kedispilinan dan kerjasama berbagai pihak. PNS bisa menjadi contoh terdepan untuk masyarakat,” ungkap Dadang saat memimpin apel pagi PNS lingkup Pemkab Bandung yang dipusatkan di Lapangan Upakarti Soreang, Senin (11/7/16).

Dadang mengatakan selain didasari kesadaran warga, prilaku hidup sehat seorang PNS turut memotivasi warga untuk sama-sama mencintai lingkungan. “Jika dihadapi dengan kebersamaan, kesadaran dan tanggung jawab bersama, persoalan lingkungan di Kabupaten Bandung dapat teratasi,” ucapnya.

Usai apel pagi, Bupati Dadang Naser bersama sejumlah FKPD (Forum Pimpinan Komunikasi Daerah) Kabupaten Bandung, pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), ribuan PNS, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas bersilaturahmi dalam acara halal bilhalal di Bale Rame Sabilulungan Soreang. Atas nama pribadi, keluarga dan Pemkab Bandung, Dadang menyampaikan permohonan maaf lahir dan bathin untuk seluruh lapisan masyarakat.

“Tak lupa, pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran yang telah bahu membahu untuk terus meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bandung. Mari kita evaluasi dan perbaiki segala kekurangan yang ada. Yang sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan lagi,”tegasnya.

Sementara Kepala BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) Kabupaten Bandung, Drs.H.Erick Ekananta Juriara menyebutkan tingkat kehadiran PNS pasca cuti Idul Fitri 1 Syawal 1437 H mencapai 97%.

“PNS yang hadir alhamdulillah mencapai 97 persen, sementara yang tidak hadir hanya 3 persen. PNS yang tidak hadir ini karena ada yang tugas luar sebagai petugas pengamanan arus balik lebaran, sakit, cuti melahirkan dan tugas belajar,” jelas Erick.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

balebandung.com – Pagi itu Bojongsoang masih diselimuti kabut tipis. Oto duduk di beranda rumah sambil memainkan ranting kecil di tangannya. Usianya belum genap delapan tahun. Di halaman, beberapa pembantu keluarga menak sudah mulai bekerja. Dari dapur terdengar bunyi peralatan masak beradu, sementara di ruang depan ayahnya berbincang dengan seorang tamu dari kampung sebelah. Namun pagi […]

Bale Bandung

balebandung.com – Pagi belum benar-benar terang ketika aktivitas mulai terlihat di sebuah rumah keluarga menak di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Embun masih menempel di ujung daun padi. Dari kejauhan terdengar suara orang-orang yang berangkat ke sawah. Priangan pada akhir abad ke-19 masih didominasi hamparan kebun dan persawahan. Bandung memang mulai berkembang menjadi kota penting bagi […]

Bale Bandung

balebandung.com – Banyak urang Sunda mengenal Nini Anteh sebagai perempuan tua yang tinggal di Bulan bersama kucingnya, Candramawat. Bahkan ada guyonan yang cukup populer: lain Neil Armstrong nu mimiti nepi ka bulan mah, Nini Anteh atuh. Di balik candaan itu, ada fakta menarik yang jarang diketahui. Legenda Nini Anteh ternyata pernah dicatat oleh etnografer Belanda […]

Bale Bandung

Episode 2 — Julukan yang Lahir dari Ruang Sidang balebandung.com – Bandung pada dekade 1920-an bukan lagi kota kecil yang tenang di Priangan. Kota itu mulai dipenuhi diskusi politik, rapat organisasi, dan perdebatan tentang masa depan bumiputra di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Di berbagai sudut kota, kaum terdidik pribumi mulai berbicara tentang hak rakyat, […]

Bale Bandung

Episode 1 – Otto Iskandardinata dan Republik yang Belum Selesai balebandung.com – Kabut pagi masih menggantung di hamparan sawah Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, ketika seorang anak kecil berdiri memperhatikan jalan tanah yang dilalui para pejabat kolonial Hindia Belanda. Di kejauhan, kereta kuda bergerak perlahan menuju Bandung. Anak itu belum tahu bahwa suatu hari namanya akan […]

Bale Bandung

balebandung.com – Pada awal tahun 1950-an, hampir seluruh orang Sunda memiliki rasa tidak nyaman terhadap orang Jawa. Hingga kemudian gerakan kesundaan kembali bangkit, baik oleh tokoh-tokoh yang memang telah berkecimpung dalam gerakan itu sejak sebelum perang. Tokoh-tokoh seperti Ema Bratakusumah, Soetisn (Soetisna Sendjaja), Iwa Koesoemasoemantri, Otong Kosasih Joedakoesoemah, dan lainnya mendirikan sejumlah organisasi seperti Daya […]