Bale Bandung

Bupati Kang DS Beri Motivasi Hidup Sehat Jamaah Muslimat NU

×

Bupati Kang DS Beri Motivasi Hidup Sehat Jamaah Muslimat NU

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Senam Muslimat Segar, di Lapang Upakarti, Soreang, Sabtu (6/6/25).

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan semangat hidup sehat adalah salah satu yang dapat diteladani dari Rasulullah, dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447H.

“Kegiatan Senam Muslimat Segar ini juga menjadi bagian dari menguatkan ukhuwah, menjaga kesehatan dan meraih keberkahan, selain dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ucap Bupati Bandung saat Senam Muslimat Segar, di Lapang Upakarti, Soreang, Sabtu 6 September 2025.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bandung Enung Daruriah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna ataspertisipasinya di kegiatan senam sehat ini.

Enung berharap kegiatan senam Muslimat NU Sehat dan Bugar menjadi motivasi seluruh jamaah Muslimat NU untuk menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan hidup, agar bisa meraih kebahagiaan dunia akhirat.

“Dengan jiwa, raga dan akal yang sehat, kita wujudkan Kabupaten Bandung lebih bedas, kondusif, aman dan damai,” ucap Enung Daruriah.

Senam Muslimat Sehat ini digelar Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Kabupaten Bandung bersama Pimpinan Cabang Muslimat Kabupaten Bandung dalam rangkaian Program Mustika Segar yaitu Muslimat NU Keren Sehat dan Segar Bugar.

“Alhamdulillah, Senam Muslimat Sehat ini diikuti 500 jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Bandung. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung Dadang Supriatna yang juga turut hadir mengikuti senam dan memberikan motivasi kepada kami semua betapa pentingnya memiliki jiwa yang sehat dengan berolahraga, baik melalui senam, jalan kaki maupun aktivitas olahraga lainnya,” kata Ketua YKM NU Kabupaten Bandung Nia Qolbunia.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]