Bale Bandung

Dikhawatirkan Mangkrak, RSUD Otista Diresmikan Sebelum Rampung

×

Dikhawatirkan Mangkrak, RSUD Otista Diresmikan Sebelum Rampung

Sebarkan artikel ini
RSUD OTISTA. by Humas Pemkab
RSUD OTISTA. by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandung.com – Forum Masyarakat Kota (Formaskot) Soreang Kabupaten Bandung menyoroti peresmian Rumah Sakit Umum Daerah Oto Iskandar Di Nata (RSUD Otista) oleh Bupati Bandung Dadang M Naser pada Kamis (28/1/21) .

Sekretaris Formaskot Soreang, Yogi Jati Ramanada mengatakan, meski telah diresmikan namun anehnya RSUD yang diklaim termegah se-Indonesia itu, belum dapat manfaatkan untuk pelayanan kesehatan. Semestinya, ketika telah diresmikan tentu harus sudah bisa melakukan pelayanan.

“Biasanya peresmian aset daerah yang berupa barang bergerak atau tidak bergerak itu dilaksanakan jika sudah bisa dimanfaatkan (sudah dioperasikan). Kalau sekarang terkesan dipaksakan peresmiannya, karena menjelang akhir masa jabatan Bupati Bandung. Padahal, pembangunan belum selesai, begitu juga dengan sarana dan prasarana lainnya belum siap,” kata Yogi, di Soreang, Senin (1/2/21).

Menurutnya, permasalahan ini justru mengundang pertanyaan masyarakat. Peresmian sebuah gedung milik pemerintah padahal belum rampung pembangunannya itu apakah sudah sesuai dengan kontrak dan aturan hukum yang berlaku di negara ini. Karena semestinya, imbuh Yogi, sebelum diresmikan pihak pemilik dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bandung harus melakukan verifikasi, pengecekan apakah telah sesuai dengan kontrak atau tidak.

“Kan pemilik harus mengecek dulu apakah sudah sesuai atau tidak. Misalnya, uji bangunan, uji instalasi listrik, lift, toilet, kapasitas parkir dan lainnya berfungsi normal atau bermasalah. Kemudian bagaimana peralatan kesehatannya sudah dilakukan pengujian layak atau tidak. Apakah semuanya sudah memenuhi standar bangunan dan standarisasi pelayanan kesehatan,” urainya.

Yogi menandaskan, verifikasi dan pengecekan tersebut sangat penting sebelum diresmikan. Karena sejatinya itu gedung pemerintah yang dibiayai oleh uang rakyat. Apalagi gedung tersebut adalah pelayanan kesehatan yang akan melibatkan banyak orang. Selain itu, karena belum layak diresmikan, maka bangunan tersebut belum bisa dikatagorikan sebagai aset daerah.

“Apalagi jika ada indikasi pelanggaran hukum dalam pengadaan dan harus dilakukan audit. Audit peralatan kesehatan misalnya. Maka dikhawatirkan yang terjadi RSUD tersebut jadi tidak berfungsi alias mangkrak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi, dalam rapat dengan Badan Anggaran ( Banggar) DPRD, Pemkab Bandung dalam hal ini Direksi RSUD Soreang menyatakan kesiapan dari gedung baru tersebut untuk memberikan pelayanan. Mereka berjanji gedung baru tersebut bisa melakukan 20 persen pelayanan berupa poliklinik.

“Itu janji mereka sebelum peresmian, katanya yang bisa dilakukan adalah pelayanan poliklinik. Yah, kita lihat saja nanti apakah sesuai janjinya atau tidak,” kata Fahmi.

Mengenai kekhawatiran mangkrak, imbuh Fahmi, pihaknya sudh menanyakan hal tersebut. Saat itu direksi RSUD meyakinkan dan berjanji kepada DPRD Kabupaten Bandung bahwa peresmian RSUD Otista tidak akan sampai mangkrak, arena pihak direksi telah bersepakat dengan pihak kontraktor.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]