Bale Bandung

Driver Ojol Dukung Polresta Bandung Jaga Kamtibmas

×

Driver Ojol Dukung Polresta Bandung Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono mengunjungi Posko Driver Ojol Samawana di Soreang, Senin (19/9/25).

SOREANG, balebandung.com – Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono mengunjungi Posko Ojek Online (Ojol) Samawana Jawa Barat di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 1 September 2025.

Kegiatan ini dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperkuat kolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung menyampaikan apresiasinya kepada para driver ojol yang turut serta menjaga situasi di Kabupaten Bandung tetap aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, situasi di Kabupaten Bandung aman. Tidak ada kejadian yang mengganggu kelancaran para driver ojek online dalam mencari nafkah,” ujar Kapolresta.

Kombes Aldi menekankan pentingnya roda perekonomian terus berjalan tanpa adanya gangguan. Ia juga menyampaikan kabar baik terkait perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap kesejahteraan para driver.

“Bapak Bupati Bandung telah merencanakan program rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk driver ojol. Beliau menginginkan setiap kecamatan ada satu rutilahu milik driver ojol yang bisa direnov ,” ungkap Aldi.

?Selain itu, Aldi berharap posko driver Samawana dapat direnovasi agar menjadi tempat istirahat yang lebih layak.

“Semoga program-program Bapak Bupati Bandung bisa terlaksana, termasuk rutilahu, umroh, dan program lainnya,” ucapnya.

?”Harapan saya, Kabupaten Bandung tetap kondusif sehingga para driver bisa mencari nafkah tanpa gangguan. Tetap kompak selalu di lapangan, dan mari berkolaborasi bersama menjaga kondusivitas Kamtibmas agar tercipta keamanan dan kenyamanan,” pesan Aldi.

?Menyambut ajakan Kapolresta, Ketua Komunitas Ojek Online Samawana Jabar, Arief Sobarna, menyampaikan komitmennya untuk menjaga ketertiban.

?”Kami menghimbau kepada teman-teman di luar sana untuk menjauhi isu dan hal-hal yang bisa memprovokasi aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum,” tegas Arief.

“Kami, driver ojek online Samawana Jabar, menolak keras aksi anarkis yang bisa merugikan masyarakat,” pungkasnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]