Bale Bandung

Iih Ngeri, Penyakit TBC-MDR Sulit Disembuhkan

×

Iih Ngeri, Penyakit TBC-MDR Sulit Disembuhkan

Sebarkan artikel ini
 Seorang kader dari Aisyiyah Community TB Care Kabupaten Bandung sedang melakukan penyuluhan penyakit TB. by Aisyiyah TB Care
Seorang kader dari Aisyiyah Community TB Care Kabupaten Bandung sedang melakukan penyuluhan penyakit TB. by Aisyiyah TB Care

SOREANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung tengah mendeteksi pasien tuberkulosis (TB) khususnya TB multidrugs resistant (MDR) dan extensive drugs resistants (XDR). Penyakit TB MDR dan TB XDR ini adalah penyakit TB yang tidak bisa sembuh meski sudah mendapat pengobatan intensif selama enam bulan. Jika enam bulan pengobatan pasien tak kunjung sembuh juga, maka pasien tersebut dikategorikan mengidap TB MDR.

Kepala Dinkes Kab Bandung dr Achmad Kustijadi menyatakan TB MDR ini lebih beresiko dan lebih sulit pengobatannya. Meski bisa diobati dengan obat mahal, tapi sulit untuk bisa sembuh total. Padahal menurutnya penyakit TB saat ini sudah 98% bisa disembuhkan.

“Karenanya pasien TB MDR ini kita deteksi, kita sweeping untuk segera kita tangani karena sangat berbahaya kalau sudah menyebar ke orang lain bisa hingga ke-10 sampai 15 orang penyebarannya,” ungkap dr Dedi, sapaan Achmad Kustijadi kepada Balebandung.com, Rabu (5/10/16).

Dedi berkilah jika dikatakan Kabupaten Bandung endemis TB, hal itu masih wajar sebab di seluruh Indonesia masih endemis TB. Tapi kalau kasusnya sudah masuk ke TB MDR, maka penyakit itu harus ditangani lebih serius lagi. “Sebab meskipun bisa diobati dengan biaya yang lebih mahal dari TB biasa, TB MDR ini sulit untuk disembuhkan,” kata dia.

Dedi menerangkan terjadinya pasien TB menjadi TB MDR biasanya karena si pasien malas atau bahkan berhenti untuk berobat secara intensif saat menderita TB paru positif. Akibatnya, penyakitnya pun makin parah sehingga beranjak menjadi TB MDR.

Menurutnya biaya pengobatan TB MDR bisa minimalnya bisa mencapai Rp20 juta yang didanai APBD dan APBN. Mahalnya obat-obatan untuk pasien TB MDR ini lantaran obatnya merupakan obat impor.

“Kita temukan ada 49 pasien MDR di Kabupaten Bandung di mana tahun 2015 ada 26 pasien dan tahun 2016 ditemukan 23 pasien. Ke-49 pasien TB MDR ini sedang kita tangani,” ungkap Dedi.

Bahkan Dedi pun mengaku pihaknya saat ini sedang merawat intensif seorang pasien TB XDR di Kabupaten Bandung. “Kalau sudah sampai lini atau fase TB XDR, itu sudah merupakan penyakit seperti halnya penyakit HIV-Aids. Kalau sudah mencapai TB XDR ini kita lindungi saja identitasnya jangan sampai jadi dikucilkan oleh masyarakat. Hanya kader TB yang boleh rutin mengunjunginya,” ujarnya.

Terkait penyakit TB menurutnya dari 3,4 juta populasi penduduk Kabupaten Bandung diprediksi dari 100 ribu penduduk yang terduga (suspect), sebanyak 10% atau 107 orang diantaranya TB positif, dan hanya 1% berakibat kematian dalam setahun. Kalau sampai ditemukan 70% dari 100 ribu terduga TB paru positif, berarti pihaknya pun harus menemukan 2.500 pasien TB di Kab Bandung.

“Penyakit TB ini timbul akibat lingkungan kumuh, tinggal di rutilahu dengan sanitasi yang minim, perilaku hidup sehat, dan kurang mengkonsumsi makanan bergizi. Gejalanya yaitu batuk yang tak kunjung sembuh selama dua minggu berturut-turut dan pada malam hari selalu berkeringat,” terangnya.

Dinkes Kab Bandung mencatat hingga tahun 2016 ada 1.900 kesakitan dugaan TB yang terlaporkan, menurun dari tahun 2015 yang sebanyak 2.300 kesakitan.

“Sekarang kasus mulai menurun, karena kita cepat tanggap merespon jika ada terduga TBC dengan melibatkan kader TB, mengaktifkan Desa Peduli TB seperti di Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi, ada Komunitas Peduli TB (TB Care) Aisyiah di Rancaekek, dan di puskesmas selalu standby perawat dan dokter yang siap menangani kasus TB,” ungkap Dedi.

Kadinkes menyebut Hingga kini kader-kader TB yang bekerjasama dengan Dinkes Kab Bandung tersebut terdapat di Kecamatan Rancaekek, Cileunyi, Cicalengka, Katapang, dan Kecamatan Margahayu.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]