Bale Bandung

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Cihawuk Ancam Gabung ke Garut

×

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Cihawuk Ancam Gabung ke Garut

Sebarkan artikel ini
ilustrasi jalan rusak
ilustrasi jalan rusak

SOREANG – Puluhan warga Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (26/7/17). Mereka menyampaikan aspirasi mengenai buruknya kondisi jalan penghubung Kabupaten Bandung-Kabupaten Garut sepanjang kurang lebih 6 kilometer.

Padahal keberadaannya sangat vital bagi warga, sebagai jalur perdagangan dan hubungan sosial warga dari kedua daerah. Jalan tembus ke Garut itu sebagian masih berupa tanah merah, bebatuan dan berlubang.

Meskipun jalan tersebut telah berstatus milik Kabupaten Bandung sejak 2011 silam, namun hingga kini tak kunjung diperbaiki. Padahal keberadaannya sangat vital untuk warga Desa Cihawuk dan warga Kabupaten Garut di perbatasan itu. Makanya warga Desa Cihawuk mengancam akan bergabung dengan Kabupaten Garut, jika jalan itu tak segera diperbaiki.

Kepala Desa Cihawuk, Aep Saepulloh mengatakan, sebenarnya aspirasi warganya itu telah disampaikan pada 2011 silam. Bahkan pada 2012 lalu pihak desa pernah memperbaikinya. Namun karena keterbatasan anggaran, perbaikan hanya mampu dilaksanakan sepanjang 112 meter saja.

“Hari ini kami datang kepada dewan untuk menyampaikan aspirasi. Keberadaan jalan ini sangat penting dan padat penggunanya. Karena jalannya jelek, banyak warga yang celaka,” ungkap Aep, usai audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Bandung.

Ia menambahkan, karena buruknya kondisi jalan tersebut dan sudah lama tak diperhatikan oleh Pemkab Bandung, sejak lama muncul wacana di lingkungan warga yang ingin bergabung dengan Kabupaten Garut. Bahkan, aspirasi ini juga banyak disuarakan oleh para tokoh masyarakat di desanya.

“Sebagai kepala desa, hal ini tentu membuat saya jadi bingung dan jadi bumerang. Padahal jalan ini statusnya milik Pemkab Bandung, tapi memang tidak kunjung diperbaiki,”ujarnya.

Kata Aep, jalan tembus Cihawuk ini, bisa tempuh melalui melalui jalur Ciparay – Kertasari – Cihawuk dan terhubung ke jalan di kawasan PLTP Darajat yang saat ini sudah menjadi sentra wisata di Garut. Jalur tersebut merupakan jalur kelima dari Kabupaten Bandung ke wilayah Garut setelah jalur Cijapati, Kamojang, Santosa dan Pangalengan – Garut.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat prihatin mendengar pengaduan warga Desa Cihawuk tersebut. Apalagi wilayah Kabupaten Bandung ini merupakan daerah penyangga ibu kota Provinsi Jawa Barat, namun ternyata masih ada daerah yang daya dukung infastrukturnya memprihatinkan.

“Melihat visualisasi dan mendengar keluhan warga, ini sangat ironis serta memprihatinkan. Kami dari Komisi C akan segera membuat nota yang akan ditujukan kepada eksekutif, agar memprioritaskan anggaran untuk perbaikan jalan di sana,” terang Yayat. Selain itu, pihaknya akan mengupayakan bantuan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira menagtakan aspirasi warga Desa Cihawuk ini akan ditampung. Kemudian akan dilanjutkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Disinggung mengenai ancaman warga Desa Cihawuk yang ingin bergabung dengan Kabupaten Garut. Sofian enggan menanggapinya. “Akan saya tampung dan disampaikan kepada Dinas PUPR,” kata Sofian.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]