Bale Bandung

Keren, Siswa Cicalengka Protes Pemda dan Polisi Soal Miras

×

Keren, Siswa Cicalengka Protes Pemda dan Polisi Soal Miras

Sebarkan artikel ini
Siswa SMA Cicalengka berdialog dengan Muspika Cicalengka di Aula Kecamatan Cicalengka, Kab Bandung, Selasa (17/4/18). by iwa/bbcom

CICALENGKA – Ratusan siswa yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) Cicalengka menggeruduk Aula Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (17/4/18). Kedatangan mereka ke kecamatan untuk menyuarakan keprihatinannya terkait ratusan korban miras oplosan yang termasuk didalamnya korban masih berstatus pelajar. Mereka juga menyampaikan pernyataan sikap serta mendeklarasikan anti miras dan narkoba.

Dalam sesi tanya jawab seorang siswa SMA Negeri 1 Cicalengka Hamdan Zulfa berani mengkritik Pemkab Bandung dan Polres Bandung. “Kami menyesalkan peristiwa miras yang banyak menelan korban ini terjadi. Selama ini kemana saja pemda sama polisi? Kalau sudah kejadian, baru pada muncul,” ungkap Hamdan di hadapan Muspika Cicalengka dan disamput applause ratusan siswa yang hadir.

Hamdan juga menyesalkan bila sebelum-sebelumnya mereka kerap melaporkan ke polisi terkait peredaran miras, tapi yang didapat malah diomelin. “Sekarang saat sudah kejadian minta kterlibatan masyarakat, dengan melapor kalau ada peredaan miras atau yang mabuk-mabukan. Jujur pak, saya sakit hati, saya pernah bicara sama polisi, mengenai kepedulian saya terhadap peredaran miras, tapi yang didapat malah caci maki dari polisi,” beber Hamdan.

Hamdan juga menyayangkan tiap minta audiensi dengan pemerintah, hanya diminta perwakilan saja. “Kami bukan tidak mau dengan perwakilan Pak, tapi kalau suara kami cuma satu, kami tidak didengar, makanya kami berbondong-bondong datang ke sini agar didengar oleh masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Aksi PII Cicalengka Akbar Radiansyah menyatakan aksi ini merupakan inisiatif para pelajar khususnya di Cicalengka. Pihaknya berharap pemerintah juga menggandeng para siswa dalam hal pemberantasan peredaran miras dan narkoba.

“Dengan bersatunya pelajar di Cicalengka ini, kami ingin bersinergi dengan pemerintah untuk turut aktif dalam upaya pemberantasan miras dan narkoba,” tandas Akbar.

Menanggapi hal ini Camat Cicalengka Entang Kurnia menjawab diplomatis. “Kami mohon maaf jika selama ini pemda bertindak tidak sesuai harapan. Sebab kita negara hukum, kewenangan saya sebagai camat pun terbatas hanya sebatas memfasilitasi dan mengkordinasikan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Mungkin ini teguran dari Allah bagi kita semua, dan saya harap kita tidak saling menyalahkan, sebab pemda pun tidak berdiam diri, tindakan antisipasi juga sudah dilakukan dengan tindakan deteksi dini,” tukas camat.

Camat mengaku bangga terhadap pelajar yang turut serta memberikan dukungan moral bagi pihaknya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Cicalengka khususnya dalam hal pemberantasan miras.

“Aspirasi ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap peredaran miras dan mudah-mudahan kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi dan untuk yang terakhir,” ucapnya.

Setelah berdialog, ratusan pelajar itupun menyuarakan pernyataan sikap dan mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk peredaran miras dan narkoba dengan nama Deklarasi Cicalengka.

Diberitakan sebelumnya, korban minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka Kabupaten Bandung menjadi 44 empat orang. Sebanyak 34 orang tewas di RSUD Cicalengka, tiga orang di RSUD Majalaya dan tujuh orang di RS AMC Cileunyi dari total korban miras oplosan 247 orang. []

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]