Bale Bandung

Ketum LPTQ Jabar Lantik 162 Orang Dewan Hakim MTQH Jabar ke-39

×

Ketum LPTQ Jabar Lantik 162 Orang Dewan Hakim MTQH Jabar ke-39

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana resmi melantik 162 orang Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat, di Sutan Raja Soreang, Sabtu (14/6/2025).

Pelantikan Dewan Hakim ini merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan MTQH yang digelar di Kabupaten Bandung selaku tuan rumah. Mereka terdiri dari para profesional dan ahli di bidang masing-masing. Kehadiran Dewan Hakim MTQH menjadi pilar penting untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.

Ketum LPTQ Jabar Asep Sukmana menyampaikan harapan agar penyelenggaraan MTQ kali ini dapat lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Asep menegaskan peran dewan hakim sangat krusial dalam menjaring potensi terbaik.

“Dengan dilantiknya dewan hakim ini, kami berharap mereka dapat bekerja secara baik, karena mereka sudah ahlinya dan profesional,” ucap Asep yang juga menjabar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan semangat ukhuwah islamiyah, serta melahirkan generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional.

“Pemerintah Kabupaten Bandung, selaku tuan rumah juga berkomitmen untuk mendukung penuh kelancaran seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan harapan bersama,” kata Sekda Cakra Amiyana.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]