BOJONGSOANG, balebandung.com – Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI Dr. Dante Rigmalia, M.Pd. mengapresiasi langkah Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung yang dinilai mulai menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Menurut Dante, pemenuhan hak penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga akses terhadap layanan dasar, termasuk layanan air bersih yang layak dan terjangkau.
“Kami melihat ada praktik baik di Kabupaten Bandung melalui Perumda Air Minum Tirta Raharja. Ada kemudahan dan keringanan layanan bagi penyandang disabilitas, termasuk dukungan pada pemasangan sambungan baru dan layanan pelanggan. Ini menjadi contoh bahwa pelayanan publik yang inklusif bisa diwujudkan sampai pada kebutuhan dasar masyarakat,” kata Dante saat itemui di Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat 19 Juni 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menerjemahkan Perda Kabupaten Bandung Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Penghormatan, Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas ke dalam program-program yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Dante mengatakan akses terhadap air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dapat dinikmati seluruh warga tanpa diskriminasi, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, praktik yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Raharja layak menjadi contoh bagi pemerintah daerah maupun perusahaan daerah lainnya.
“Yang dibutuhkan penyandang disabilitas bukan belas kasihan, tetapi akses yang setara terhadap layanan publik. Ketika layanan dasar seperti air minum sudah mulai memperhatikan kelompok disabilitas, maka itu menunjukkan bahwa semangat inklusi mulai berjalan,” ujarnya.
KND berharap praktik-praktik baik serupa terus diperluas, tidak hanya pada layanan air minum, tetapi juga pada sektor kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, transportasi, hingga fasilitas publik lainnya sehingga Kabupaten Bandung dapat menjadi salah satu daerah percontohan pembangunan inklusif di Indonesia.***







