BALEBANDUNG.COM – aum awighnamastu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap […]
Tag: dyah pitaloka
Niskala Wastu Kancana, Penerus Prabu Wangi Linggabuana: Anak Bubat yang Jadi Raja Besar
BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]
Bubat dalam Pararaton: Tragedi yang Dipicu Nafsu Kuasa Gajah Mada
PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]
Ketika Sunda Menolak Takluk: Kidung Sunda Jilid II dan Runtuhnya Ambisi Palapa Gajah Mada
Kidung Sunda II membawa pembaca ke bagian paling keras dari tragedi Bubat. Di medan itu, ambisi Sumpah Palapa bertemu dengan martabat Sunda yang menolak tunduk. Gajah Mada boleh menghendaki Sunda masuk ke dalam daftar taklukan, tetapi Bubat justru memperlihatkan batas politiknya: Sunda memilih gugur sebagai kerajaan merdeka daripada hidup sebagai tanda penyerahan. ===== HALAMAN 8 […]
Kidung Sunda Jilid I dan Dosa Politik Gajah Mada: Membaca Awal Tragedi Bubat
balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
