Bale Bandung

Pelayanan Desa Bojongloa Rancaekek Memalukan

×

Pelayanan Desa Bojongloa Rancaekek Memalukan

Sebarkan artikel ini
Kantor Desa Bojongloa Kec Rancaekek Kab Bandung yang tertutup rapat, Jumat (5/10/18). by Jajang

BOJONGLOA – Masyarakat Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung kerap dibuat kebingungan terkait pelayanan Kantor Pemerintahan Desa Bojongloa.

Beberapa warga mengeluhkan setiap hendak mengurus surat menyurat atau administrasi, kantor desa acap kali tampak sepi, bahkan pintunya tertutup rapat. Padahal hari itu warga datang ke kantor desa pada jam kerja dan hari kerja, bukannya hari libur.

Kalau pun buka kantornya, aparat desa melayani warga dengan kurang baik dan tidak ramah. Ditambah lagi di kantor desa itu jarang ditemui pegawai desa. Baik kades maupun sekdesnya pun langka untuk ditemui di kantor. Bahkan banyak warga yang membeberkan jika mengurus persuratan di desa kerap harus membayar.

“Apa Kantor Desa Bojongloa itu tutup kalau Hari Jumat? Saya sudah dua kali bulak balik pagi sama siangnya, masih saja tutup. Apa tidak ada pegawainya kantor desa ini?” ungkap Jajang Taopik (25), salah satu warga desa yang mengeluhkan di media sosial, Jumat (5/10/18).

Jajang mengaku bukan sekali dua kali ke kantor desa itu untuk mengurus surat-surat. Bahkan sebelumnya ia pernah meminta surat dari desa, sampai harus membayar.

“Kalau meminta surat-surat ke desa itu, entah surat pindah atau surat pengantar atau surat apa saja, apa diminta bayaran? Saya biasa suka diminta, malah sampai adu harga sebelum saya bayar,” beber Jajang.

“Aneh-aneh wae aparat desa teh. Dulu saya pernah minta legalisiran desa, kadesnya selalu tidak ada di kantor. Malah saya disuruh datang ke rumah kades. Sementara saya sendiri kan tidak tahu di mana rumahnya kades,” imbuh Jajang.

Bukan Jajang saja yang mengeluhkan pelayanan Kantor Desa Bojongloa. Sebelumnya pun banyak warga yang mengeluhkan kalau kantor desa “sudah pindah” ke rumah Sekretaris Desa. Sehingga jika ada warga yang hendak mengurus surat-surat administrasi, terpaksa harus mendatangi rumah sekdes.

Menurut perbincangan masyarakat, kantor desa disebut “berpindah” ke rumah sekdes karena fasilitas di kantor desa yang kurang memadai seperti tidak adanya komputer dan printer. Bahkan warga juga mengeluhkan baik kepala desa atau sekdes selama ini jarang berada di kantor desa.

“Ti baheula aparat Desa Bojongloa mah da kitu, tos kawentar, sagala diduitkeun ngurus nanaon teh,” ungkap warga lainnya dengan nada kesal.

“Bojongloa dilawan…Kalau ingin lihat rempeg pagawe desa mah ameng ka Desa Linggar,” komentar warga Rancaekek lainnya di medsos.

Komentar-komentar warga di medsos tersebut sudah saatnya diperhatikan. Jaman now, di era keterbukaan informasi dan gencarnya media sosial, juga jamannya good government, pelayanan aparat desa yang mengecewakan ditambah pelayan publik yang arogan, bisa menjadi suatu hal yang memalukan.***

Soal Pelayanan Desa Bojongloa, Kecamatan Panggil Kades

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]