Bale Bandung

Penuntasan Kawasan Kumuh Jadi Fokus Garapan Disperkimtan Kab Bandung

×

Penuntasan Kawasan Kumuh Jadi Fokus Garapan Disperkimtan Kab Bandung

Sebarkan artikel ini
Disperkimtan Kab Bandung saat studi komparasi di Bali, Sabtu (25/8/23).by bale1

SOREANG, Balebandung.com – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung akan fokus dalam penuntasan kawasan kumuh seluas 574 hektare, khususnya di dua lokus kecamatan.

Kedua lokus kawasan kumuh tersebut yakni  Desa Gajahmekar Kecamatan Kutawaringin yang lokasinya dekat jalan tol dan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, dan Desa Bojongasih Kecamatan Dayeuhkolot yang rentan banjir. Kedua desa tersebut kawasan kumuhnya dinilai lebih dari 10 persen.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung, Wahyudin menyebut ada tujuh indikator kawasan kumuh. Antara lain dari segi bangunan, jalan setapak, drainase  lingkungan, air bersih, sanitasi, persampahan, dan proteksi kebakaran.

Akan tetapi, tukas Wahyudin, Disperkimtan sendiri baru bisa melaksanakan dua dari tujuh indikator kawasan kumuh, hanya dari segi bangunan seperti program rumah tidak layak huni (rutilahu) dan jalan setapak.

“Sementara lima indikator lainnya jadi garapan dinas lain yaitu PUTR. Ini yang menjadi hambatan bagi kami untuk menuntaskan kawasan kumuh. Nah, kami berharap sisa lima indikator yang lainya itu bisa kembali kami laksanakan,” ungkap Wahyudi saat studi komparasi Disperkimntan di Bali, Sabtu (25/8/2023).

Sebab menurutnya infrastruktur pemukiman seperti penyediaan layanan air bersih dan sanitasi harusnya berada di Disperkimntan untuk menuntaskan kawasan kumuh yang luasnya mencapai 567 Ha.

Untuk menuntaskan kawasan kumuh ini, Pemkab Bandung melalui Disperkimtan mengusulkan anggaran sebesar Rp39 miliar pemerintah pusat untuk penuntasan kawasan kumuh di dua lokus Kabupaten Bandung, yakni Kecamatan Kutawaringin dan Dayeuhkolot.

Usulan tersebut diajukan Disperkimtan Kabupaten Bandung ke Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Dalam audiensi bersama Direktur Pengawasan Permukinan Kementerian PUPR, kami menyampaikan kondisi-kondisi terkin dalam bentuk paparan, foto-foto, juga kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk penuntasan kawasan kumuh. Seperti untuk di Kecamatan Dayeuhkolot kami ajukan Rp 20 miliar dan Kutawaringin sekitar Rp 19 miliar,” kata Wahyudin.

Kedua kawasan kumuh yang diusulkan mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat itu dalam penuntasannya nanti akan dilakukan secara komprehensif. Mulai dari penataan bangunannya, jalan setapak, saluran air limbah, sanitasi, air bersih, hingga proteksi kebakaran.

Melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR berupaya meningkatkan kualitas permukiman kumuh nasional, yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Cipta Karya.

Pemerintah menetapkan penanganan perumahan dan permukiman kumuh sebagai target nasional pembangunan kawasan permukiman, dengan tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 (nol) hektar melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki memastikan program pinjaman dana bergulir tanpa jaminan tanpa bunga dari Bupati Bandung Dadang Supariatna yang disalurkan melalui BPR Kerta Raharja tetap berlanjut pada 2026. DPRD Kabupaten Bandung bahkan telah menyetujui alokasi penyertaan modal non permanen sebesar Rp20 miliar di APBD 2026 untuk mendukung program tersebut. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) I Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bandung menghadirkan dua kepala daerah dalam satu forum, Minggu, 7 Juni 2026. Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Bupati Lampung Selatan yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, kompak mendorong organisasi pengusaha muda […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana menilai penguatan tata kelola olahraga melalui Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Keolahragaan Kabupaten Bandung perlu diiringi dengan penguatan identitas aset-aset olahraga daerah, termasuk Stadion Si Jalak Harupat. Menurut Toni, pembahasan perda yang membuka ruang alternatif pendanaan bagi KONI dan cabang olahraga merupakan langkah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tahun 1942 menjadi titik balik bagi Hindia Belanda. Dalam waktu singkat, pemerintahan kolonial yang selama puluhan tahun menguasai Nusantara runtuh setelah Jepang masuk. Perubahan itu mengguncang hampir seluruh kehidupan politik, termasuk jaringan organisasi yang selama ini menjadi ruang perjuangan Oto Iskandar di Nata. Selama bertahun-tahun Oto bergerak melalui pendidikan, organisasi, dan politik. Ia […]

Bale Bandung

balebandung.com- Nama Oto Iskandar di Nata semakin dikenal di berbagai daerah. Aktivitas organisasinya bertambah. Undangan rapat datang hampir setiap minggu. Perjalanan ke luar kota menjadi bagian dari rutinitas. Namun di balik kehidupan politik yang semakin sibuk, ada satu dunia lain yang jarang dibicarakan orang: keluarganya. Rumah Oto tidak pernah benar-benar sepi. Tamu datang silih berganti. […]

Bale Bandung

JAKARTA – Bupati Bandung Dadang Supriatna memperkuat langkah kolaborasi penanganan sampah dengan pemerintah pusat, TNI Angkatan Darat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan seluruh pemangku kepentingan di tengah semakin kompleksnya persoalan sampah serta kondisi Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir (TPPA) Sarimukti yang telah melebihi kapasitas. Komitmen itu disampaikan Dadang Supriatna saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Masalah […]