Bale Bandung

Polres Bandung Himbau Warga Tidak Terpengaruh Hoax Culik Anak

×

Polres Bandung Himbau Warga Tidak Terpengaruh Hoax Culik Anak

Sebarkan artikel ini
Yayan (kiri) yang dituduh menculik ditemukan ibunya di Mapolres Bandung setelah hilang dua bulan. by bb-8
Yayan (kiri) yang dituduh menculik ditemukan ibunya di Mapolres Bandung setelah hilang dua bulan. by bb-8

SOLOKANJERUK – Kapolres Bandung AKBP M Nazly Harahap, SIK melalui Kapolsek Solokanjeruk AKP Widdy Sindunoto, ST, SIK, menghimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan isu penculikan anak, yang tidak  jelas kebenarannya.

“Cek dan ricek kebenarannya setiap menerima informasi, jangan sampai terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” kata Kapolsek, Minggu (2/4/17).

Informasi yang diterima, imbuh Widdy, harusnya disaring dulu, dicek kebenarannya, jangan sampai termakan isu atau hoax. “Jangan sampai orang yang tidak berdosa, malah kena sasarannya,” pesan Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria diamuk massa gara-gara dituduh mau menculik seorang anak di Kampung Tanjung, RT 03/RW 07, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Padahal pria bernama Yayan (25) itu mengalami gangguan jiwa. Dan ternyata, yang menuding Yayan pun, hanya jadi korban hoax penculikan anak bermotif pencurian organ tubuh.

Tim penyidik Unit Tipiter Polres Bandung memutuskan untuk memulangkan Yayan, setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan dan meng-copy identitas diri dan dokumen-dokumen penting atas nama Yayan. bb-8

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]