Bale Bandung

Puskopkar PTPN VIII Pastikan Pedagang dan Pengelola Ciwalini Tetap Bertahan

×

Puskopkar PTPN VIII Pastikan Pedagang dan Pengelola Ciwalini Tetap Bertahan

Sebarkan artikel ini
Pos Tiket Masuk Walini Rancawalini

MARGAHAYU – Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII menegaskan jalinan kerjasama dengan pihak ketiga  CV Graha Tunggal Elektronika, dipastikan tidak akan mengganggu para pengelola dan pedagang di objek wisata Pemandian air panas Ciwalini di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung.

Pemberlakuan sistem tiket elektronik (e-Ticketing) dan penataan kawasan objek wisata tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik yang nantinya berimbas kepada peningkatan pendapatan, termasuk pendapatan para pedagang dan pengelola di tempat itu sendiri.

“Saya pastikan di pemandian air panas Ciwalini itu cuma kerjasama pemasangan alat e-Ticketing saja. Selain itu tidak akan mengusir atau mem-PHK karyawan. Kemudian soal keberadaan para pedagang yang di dalam, kami pastikan tidak akan diganggu atau diusir,” tandas Ketua Puskopkar PTPN VIII Heri Hermawan kepada wartawan saat ditemui di Kopo Square, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (26/1/18).

Menurut Heri, pemasangan e-Ticketing ini bertujuan agar memudahkan kontrol pendapatan setiap harinya. Dengan begitu, akan lebih memudahkan evaluasi dalam upaya meningkatkan pendapatan dari objek wisata tersebut. Sehingga kedepannya akan memudahkan Puskopkar PTPN VIII dalam mengambil langkah untuk pengembangan usaha.

“Jadi, kerjasama dengan pihak pengelola e-Ticketing ini hanya sebatas pengelolaan alat saja. Itu pun mereka punya kewajiban mengajarkan pengoperasian alat tersebut kepada karyawan kami. Kemudian soal pembagian keuntungannya, mereka hanya berhak mendapatkan bagian setelah target pendapatan kami tercapai, lebihnya baru untuk mereka. Tapi kalau target kami tak tercapai, yah mereka juga enggak dapat apa-apa. Bahkan kalau sampai merugi, mereka pun harus ganti tugi,” terangnya.

Disinggung mengenai rencana pengembangan kedepannya, Heri mengakui memang sudah menjadi perencanaan pihaknya. Namun masih sebatas perencanaan yang masih jauh, dan itu pun tentunya tetap tidak akan menyingkirkan para pedagang lama. Kalaupun ada penataan, tempat para pedagang ini akan direvitalisasi agar bisa lebih menarik bagi pengunjung ke Ciwalini.

“Penataan dan penambahan wahana baru memang sudah jadi rencana kami. Jadi, bisa saja kios kios lama ini dibongkar dulu, tapi para pedagang ini akan ditempatkan lagi di kios atau tempat dagang yang baru agar lebih representatif. Dan kami juga tidak akan menambah pedagang baru,” urainya.

Mengenai rencana pengembangan objek wisata ini, lanjut Heri, memang sangat dimungkinkan terjadi. Karena pihaknya bertujuan untuk meningkatkan daya tarik tempat ini agar bisa bersaing dengan berbagai objek wisata yang ada disekitarnya. Selain itu, selama ini keberadaan objek wisata Ciwalini dikenal sebagai objek wisata dengan segmentasi menengah ke bawah. Pihaknya ada rencana pengembangan usaha dengan menyasar wisatawan segmen menengah ke atas.

“Akan kami benahi, agar tidak kumuh dan lebih menarik pengunjung dari berbagai segmen. Untuk pembenahan itu, kami juga tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng investor, karena kami sendiri tidak punya dana yang besar kalau dilakukan sendirian,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran kehilangan mata pencaharian masih menghinggapi perasaan para pedagang di objek wisata Pemandian Air Panas Ciwalini. Belum jelasnya bentuk kerjasama antara Puskopkar PTPN VIII dengan pihak swasta, membuat mereka resah suatu saat kehilangan mata pencaharian di tempat tersebut.[]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]