Bale Bandung

Razia Narkoba Polres Bandung Nihil

×

Razia Narkoba Polres Bandung Nihil

Sebarkan artikel ini
Kasat Narkoba Polres Bandung AKP Agus Susanto memberi keterangan kepada wartawan usai razia narkoba di Diva Karaoke, Taman Kopi Indah, Margahayu, kab Bandung, Jumat (4/3) malam. by iwa/bbcom
Kasat Narkoba Polres Bandung AKP Agus Susanto memberi keterangan kepada wartawan usai razia narkoba di Diva Karaoke, Taman Kopi Indah, Margahayu, kab Bandung, Jumat (4/3) malam. by iwa/bbcom

MARGAHAYU – Razia narkoba yang dilakukan tim gabungan Polres Bandung, TNI, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bandung yang digelar Jumat (3/3/17) malam di Diva Karaoke, nihil penangkapan.

Kendati sudah melakukan tes urine terhadap pengunjung dan pemandu karaoke di kawasan Taman Kopi Indah Margahayu, hingga pukul 23.00 WIB petugas tak kunjung mendapati indikasi penyalahgunaan narkoba.

Petugas gabungan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Bandung itu hanya mengamankan seorang pengunjung yang kedapatan membawa minuman keras dalam razia bersandi Operasi Antik 2017 itu.

“Razia ini kami lakukan untuk menekan peredaran narkoba di Kabupaten Bandung. Sasaran razia adalah tempat hiburan di Diva Karaoke sebagai lokasi yang dianggap rawan peredaran narkoba,” jelas Kasat Narkoba Polres Bandung AKP Agus Susanto kepada wartawan usai razia.

Menurutnya, kawasan tersebut masuk dalam daftar pantauan petugas, sebab banyak kasus penangkapan pengedar dan pengguna narkoba di kawasan Kopo-Margahayu. Sasaran razia adalah pemandu lagu (PL) dan pengunjung tempat karaoke. Tidak hanya tes urine, petugas juga memeriksa barang bawaan pengunjung.

“Dari 60 sampel urine yang diambil dari pengunjung dan pegawai, hasilnya semua negatif. Ini bagus alhamdulillah, dan saya harap dengan razia seperti ini dapat meminimalisir,” ucapnya.

Pihaknya akan intensif melakukan razia narkoba ini sebagai langkah preventif pemberantasan narkoba dengan membatasi ruang geraknya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]