SOREANG, balebandung.com – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung menyiapkan sejumlah program prioritas di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak untuk dijalankan selama masa khidmat 2025-2030.
Program tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I PC Fatayat NU Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Toha, Soreang, Minggu (31/5/2026), dan diikuti sekitar 300 peserta dari 31 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung, Susanti, mengatakan organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama itu ingin memastikan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Menurut dia, Fatayat NU akan terus mendorong peningkatan akses pendidikan bagi perempuan dan anak, pengembangan ekonomi kreatif perempuan, serta memperkuat jaringan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan maupun eksploitasi.
“Fatayat harus hadir di tengah masyarakat. Program-program yang disusun harus membumi, bisa dilaksanakan, dan memberikan manfaat nyata,” kata Susanti.
Selain itu, Fatayat NU Kabupaten Bandung juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan perempuan dan keluarga.
Susanti mengatakan seluruh program tersebut akan dijalankan melalui tujuh bidang kerja organisasi dan diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Menurut dia, keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Rakercab menjadi momentum penting untuk menyusun program yang lebih responsif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Susanti juga menegaskan pentingnya membangun kader Fatayat yang profesional, inovatif, dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Fatayat tidak bisa bekerja sendiri. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Fatayat NU Kabupaten Bandung dapat semakin berperan sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan pembangunan masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.***







